VIVIA MEDIA — Saat anak mengeluh sakit tenggorokan, sebagian besar orang tua mungkin menganggapnya sebagai penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, dalam kondisi tertentu, infeksi tenggorokan dapat meninggalkan dampak yang jauh lebih serius, bahkan menyebabkan kerusakan permanen pada jantung.

Kondisi tersebut dikenal sebagai Penyakit Jantung Rematik (PJR). Berbeda dengan rematik yang selama ini identik dengan nyeri sendi, PJR merupakan gangguan pada katup jantung yang muncul sebagai komplikasi dari demam rematik setelah infeksi bakteri Streptococcus pada tenggorokan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Ario Soeryo Kuntjoro, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, menjelaskan bahwa penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan bakteri justru menyerang katup jantung.

"Kerusakan permanen pada katup jantung terjadi karena demam rematik. Demam rematik merupakan proses peradangan akibat infeksi kuman Streptococcus yang menyebabkan radang tenggorokan. Ada strain tertentu dari bakteri tersebut yang dapat memicu terjadinya Penyakit Jantung Rematik," ujar dr. Ario, yang juga menjabat Ketua Bidang Medis sekaligus Project Director Rheumatic Heart Disease Screening Yayasan Jantung Indonesia (YJI).

| Baca Juga: Hati Bisa Rusak Tanpa Gejala, Kenali Ancaman Hepatitis di Balik Gaya Hidup Modern

Menurutnya, kerusakan jantung tidak terjadi karena bakteri secara langsung merusak organ tersebut, melainkan akibat respons sistem imun yang keliru.

Sistem imun yang awalnya menyerang kuman penyebab infeksi, tetap "mengingat" ancaman itu meski kuman sudah tuntas diatasi. Hal ini terjadi karena kuman dan katup jantung memiliki struktur protein yang serupa, sehingga sistem imun keliru menyerang katup jantung sendiri.

Akibatnya, peradangan berlangsung berulang dan menyebabkan katup menebal, menyempit, atau bocor, sehingga aliran darah di dalam jantung terganggu.

Datang Tanpa Gejala, Sulit Diprediksi

Yang membuat PJR berbahaya adalah penyakit ini sering berkembang tanpa gejala jelas. Banyak anak tetap terlihat sehat dan aktif meski kerusakan pada katup jantung sudah mulai terjadi.

| Baca Juga: Tak Semua Mata Minus Cocok Menjalani LASIK

Data menunjukkan lebih dari 50 persen kasus baru diketahui ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut, saat kerusakan yang terjadi umumnya sudah bersifat permanen.

1 2 3

Tags: