Enzy Storia Grogi Lihat Lesung Pipi Afgan Saat Adu Akting di Film 'Agensi Rumah Tangga'
"Aku melihat langsung bagaimana peran Katia ketika mengkurasi para ART ini di kampung. Film ini menjelaskan banyak hal tentang bagaimana perjuangan perempuan-perempuan di kampung yang ingin kehidupannya lebih baik. Berdasarkan penuturan Mbak di rumahku, memang di sana banyak yang mau kerja apa saja demi kehidupan yang lebih layak," jelasnya.
Memanusiakan ART: Lebih dari Sekadar Pekerja
Melalui film Agensi Rumah Tangga, Enzy Storia membawa misi untuk mengajak penonton lebih menghargai profesi ART. Ia menekankan bahwa mereka adalah manusia yang memiliki hak dan kebutuhan yang sama dengan sang majikan.
"Ini sesuatu yang sangat relatable dan membuat aku jadi lebih menghargai lagi. Kadang-kadang kita menganggap mereka cuma pekerja saja di rumah, padahal mereka juga manusia yang punya hak yang sama seperti kita. Mereka juga punya waktu untuk istirahat," tegas Enzy.
Wanita 33 tahun ini juga mengkritik kebiasaan sebagian orang yang mengeksploitasi tenaga ART tanpa henti.
"Kadang kita merasa mumpung ada Mbak, kita bisa pakai tenaganya 24 jam. Padahal tidak begitu, kita harus mengerti bahwa mereka juga butuh istirahat," ujar pemeran Niken di film Yakin Nikah ini. "Mereka bekerja untuk kita dan punya keluarga juga yang ingin mereka hidupi. Pasti akan ada rasa haru dan empati itu ketika menonton film ini nanti," sambungnya.
Film produksi Starvision ini mengikuti kisah Katia, seorang mantan pekerja startup yang terkena dampak PHK. Terhimpit oleh cicilan KPR dan desakan sang ibu untuk menjadi PNS, Katia memilih jalan nekad dengan mendirikan agen penyalur ART.
Film ini juga dibintangi Fita Anggriani, Yunita Siregar, Tike Priatna Kusumah, dan 7 komika antara lain Ummy Quary, Neneng Wulandari, Boah Sartika dan lainnya. (*)







