Enzy Storia Grogi Lihat Lesung Pipi Afgan Saat Adu Akting di Film 'Agensi Rumah Tangga'
Dalam proyek garapan sutradara Naya Anindita ini, Enzy memerankan karakter Katia, seorang perempuan tangguh yang berjuang di tengah peliknya kehidupan ibu kota.
Melalui peran ini, Enzy tidak hanya berakting, tetapi juga.membagikan pandangan mendalamnya mengenai pentingnya profesi asisten rumah tangga (ART) dalam kehidupan pribadinya.
Bagi Enzy Storia, kehadiran mereka merupakan sesuatu yang sangat penting. Meski sejak ia menikah dengan Maulana Kasetra atau Molen di tahun 2023 ia tetap mandiri tanpa ART.
| Baca Juga: Film 'Monster Pabrik Rambut' Borong Tiga Penghargaan di Dua Festival Film Internasional
"Itu penting banget, kayak gimana hidup tanpa ART. Tapi sebenarnya pun di satu sisi, aku biasa hidup sendiri juga karena aku di rumah tidak menggunakan ART. Karena lingkupnya cuma sama suamiku dan adikku, jadi masih bisa aku kerjakan sendiri," ungkap Enzy.
Namun, kondisinya berbeda saat berbicara mengenai rumah ibundanya Maryani Agusrita. Enzy sangat mengandalkan jasa seorang bibi yang telah lama membantu keluarganya.
"Di rumahku sama Mama, dia yang mengurusi Mama. Dengan adanya ART, seperti bibiku yang berasal dari Cianjur itu, dia sangat membantu menemani Mama di rumah dan mempermudah kehidupan kita. Jadi, tidak ada salahnya kita juga mempermudah hidupnya dan menyejahterakan dia sebagai ART kita," tambahnya.
Kisah di Balik Layar: Koneksi Personal dengan Cianjur
Ada fakta menarik yang membuat keterlibatan Enzy dalam film ini terasa sangat personal. Lokasi syuting yang mengambil latar di Cianjur ternyata memiliki keterikatan batin dengan ART aslinya di rumah. Enzy menceritakan reaksi ART-nya saat mengetahui dirinya akan memerankan karakter yang melakukan audisi ART di kampung halamannya.
| Baca Juga: Indra L Bruggman Sukses Bujuk Diana Pungky Syuting Proyek Komedi
"Kebetulan banget ART aku di rumah itu asalnya dari Cianjur. Jadi ketika aku bilang akan syuting di Cianjur, dia sampai berteriak, 'Ah Teteh, itu kampung aku!'. Dia sempat bingung dan tanya apakah saya mau audisi cari calon ART baru, aku bilang nanti nonton saja tanggal 10 September," kenang Enzy sambil tertawa.
Pengalaman langsung mengurasi calon ART lewat agensi yang ia dirikan, memberikan perspektif baru bagi Enzy mengenai perjuangan perempuan di pedesaan yang ingin memperbaiki ekonomi dengan bekerja di kota besar.







