Belajar dari Musdalifah Basri yang Alami Iritasi Kulit, Ini Pentingnya Patch Test
VIVIA MEDIA — Komika sekaligus kreator konten Musdalifah Basri mengalami iritasi usai asal mengoleskan produk pewarna ke kulit wajah. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya melakukan patch test sebelum menggunakan sesuatu.
Semua bermula ketika Musdalifah hendak membuat konten parodi menjadi seekor monyet. Supaya penampilannya terlihat meyakinkan, ia mewarnai wajahnya menggunakan sebuah produk cairan pewarna.
Tak disangka, bahan kimia di dalamnya tidak cocok untuk kulitnya, sehingga menyebabkan iritasi. Bekas kemerahannya bahkan masih ada.
| Baca Juga: Bandana hingga Bag Charm, 5 Fashion Item Gen Z untuk OOTD Lebih Catchy
“Ternyata itu cairan yang bahaya buat muka. Jadi habis ini mukaku tuh sampai merah, sampai gatal-gatal gitu, sampai sekarang masih ada bekasnya,” kata wanita berusia 28 tahun itu di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Musdalifah menerangkan, hingga kini ia masih harus menjalani sejumlah perawatan akibat bahan kimia di dalam produk cairan pewarna tersebut.
“Nah itu sampai sekarang aku rawat karena merah mukaku tuh. Jadi kalau misalkan aku lepas hijab nih, itu kayak ada bekas monyet gitu,” jelasnya.
Kejadian tersebut membuat Musdalifah Basri belajar akan pentingnya melakukan patch test alias tes iritasi dan alergi terhadap produk yang akan dioleskan ke wajah.
| Baca Juga: Selain Teuku Ryan, Pemeran 'Agent Kim Reactivated' Ini Juga Mirip Artis Indonesia
“Pelajarannya jangan sembarangan, walaupun kita totalitas, tetap kesehatan dan keselamatan nomor satu,” ungkapnya.
Apa Itu Patch Test?
Belajar dari kasus Musdalifah Basri, penting untuk melakukan patch test sebelum menggunakan suatu produk secara menyeluruh pada tubuh.
Dilansir dari berbagai sumber, patch test adalah prosedur mengoleskan sedikit produk skincare, makeup, atau kimia lainnya ke area tertentu sebelum menggunakannya secara penuh di wajah atau badan.
1 2







