VIVIA MEDIA — Dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta menyoroti penggunaan media sosial oleh tenaga kesehatan setelah kasus Yurizal Tri Chaerawan menjadi sorotan publik.

Pasien BPJS Kesehatan itu sebelumnya viral usai mengunggah keluhannya di Threads karena harus mengantre delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap.

Namun, unggahan itu justru dibalas komentar bernada sindiran hingga merendahkan dari sejumlah akun yang milik tenaga kesehatan, sebelum Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

Dalam siaran langsung di Instagram pada Rabu (5/8), dr. Tirta menilai respons yang diberikan oknum tenaga kesehatan kepada pasien merupakan tindakan yang keliru.

| Baca Juga: Pasien Meninggal Usai Curhat Tunggu 8 Jam di RS, Komentar Diduga Nakes Tuai Kecaman Netizen

Menurutnya, tenaga kesehatan seharusnya mampu menjawab keluhan pasien dengan baik, bukan membalasnya dengan komentar yang merendahkan.

"Pada dasarnya sebagai pengusaha dan kita melayani customer dengan baik, customer yang bingung itu akan tanya. Nah tugasnya kita memberi jawaban, sesimpel itu," ujar Tirta.

Dia juga mengingatkan bahwa media sosial merupakan ruang publik sehingga setiap unggahan maupun komentar dapat memengaruhi citra profesi.

"Tidak semua dokter memahami bahwa media sosial itu media impulsif dan bukan hanya media branding. Kalau medianya sudah di publik, maka itu jadi marketing tools," katanya.

| Baca Juga: Rumor Zendaya Hamil Mencuat usai Foto Perut Buncit Viral, Begini Faktanya

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut perilaku oknum tenaga kesehatan yang menghina Yurizal kemungkinan dipengaruhi kelelahan emosional atau burnout.

Namun, Tirta tidak sepakat jika kondisi tersebut dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan menghina pasien.

1 2

Tags: