Meski ruang geraknya terbatas, ibu dari Thomas Eric Bigenho ini merasa keterbatasan tersebut justru memberikan nilai lebih pada setiap kalimat yang ia torehkan.

"Dulu aku bisa duduk berjam-jam kalau sedang ingin menulis, sekarang semuanya dilakukan di sela-sela kehidupan sebagai ibu. Tapi mungkin justru karena waktunya terbatas, setiap kesempatan untuk menulis terasa lebih berharga," tambahnya.

Kejujuran yang Menyakitkan dan Proses Refleksi Diri

Jika buku pertamanya, Broken Strings, banyak berkisah tentang luka akibat faktor eksternal, Back to Me menuntut tingkat kejujuran yang lebih dalam dan cenderung menyasar pada evaluasi diri sendiri. Aurélie mengaku proses penulisan buku ini sangat emosional karena ia harus membedah pola pikirnya sendiri.

| Baca Juga: Terpilih Jadi Elf di 'The Hunt for Gollum', Anya Taylor-Joy Ngaku Belum Baca Buku 'The Lord of The Rings'

"Ada beberapa bagian yang membuat aku harus berhenti, terutama ketika aku melihat kembali versi diriku yang dulu dengan perspektif sekarang," ujarnya.

Menurutnya, ada hal-hal yang bertahun-tahun ia anggap sebagai bukti bahwa dirinya lemah, terlalu dramatis, atau membuat keputusan bodoh.

"Ketika ditulis kembali, aku mulai menyadari bahwa sebenarnya aku sedang mencoba bertahan dengan cara yang aku tahu saat itu. Mengubah cara memandang diriku sendiri itu cukup emosional," tuturnya.

Bintang film Baby Blues ini, menegaskan bahwa kerentanan (vulnerability) dalam buku ini jauh lebih besar karena ia harus mengakui bagian dari dirinya yang tidak selalu terlihat indah.

| Baca Juga: Fiki Naki Dikaruniai Anak Pertama Tepat di Hari Ulang Tahun ke-26

"Aku nggak bisa cuma bicara tentang apa yang dilakukan orang lain kepadaku. Aku juga harus melihat diriku sendiri: pola yang masih kuulang, cara berpikir yang kubawa sampai dewasa, hal-hal yang salah kupahami, bahkan bagian dari diriku yang nggak selalu flattering," jelasnya.

Filosofi Foto Masa Kecil sebagai Sampul Buku

1 2 3

Tags: