Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Sutradara sekaligus aktor Umay Shahab mengungkap alasan personal di balik keberaniannya mengangkat isu kejahatan dan kekerasan terhadap anak dalam film terbarunya 'Memburu Pemangsa'.

Bagi Umay, film tersebut bukan sekadar karya fiksi, melainkan lahir dari pengalaman masa lalu yang membekas dan kemarahan terhadap para predator anak yang masih berkeliaran di Indonesia.

Umay mengatakan ada pengalaman tidak menyenangkan yang pernah ia alami ketika masih kecil. Meski memilih tidak menceritakan secara rinci, pengalaman itu meninggalkan rasa tidak nyaman yang terus ia ingat hingga dewasa.

"Alasan personalnya berakar dari masa lalu saya. Ketika menjadi artis cilik dulu, ada pengalaman-pengalaman yang tidak bisa saya ceritakan secara detail, namun itu meninggalkan rasa tidak nyaman," ungkap Umay Shahab saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

| Baca Juga: Sudah Lepas dari Sinemaku Pictures, Prilly Latuconsina Ngaku Lebih Santai Akting di Film 'Memburu Pemangsa'

Sebagai informasi, Umay memulai kariernya di dunia hiburan pada usia 5 tahun. Debut akting pertamanya dimulai lewat peran sebagai Pandu dalam sinetron Wulan pada tahun 2006.

Nama Umay langsung melejit dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia setelah membintangi sinetron anak fenomenal Eneng dan Kaos Kaki Ajaib pada tahun 2007. Setelah itu, ia laris manis membintangi berbagai sinetron anak seperti Upik Abu dan Laura serta Si Mamat Anak Metropolitan.

Beban Mantan Artis Cilik: Dipaksa Menyesuaikan Diri dengan Dunia Dewasa

Tumbuh besar di industri hiburan sejak usia dini rupanya menyimpan sisi lain yang jarang disorot publik yaitu tuntutan untuk bersikap lebih tua dari usianya. Sebagai pekerja anak yang berada di lingkungan kerja orang dewasa ia mengaku pernah merasakan hal-hal yang tidak nyaman.

"Seperti yang juga pernah disampaikan Yayas (Yasamin Jasem) di balik layar, kami dulu sering kali terpaksa 'menyamakan frekuensi' dengan dunia orang dewasa," ungkap Umay.

| Baca Juga: Tak Cuma Sekali, Ochi Rosdiana & Yessica Tamara Ungkap Momen Mistis Syuting 'Lingsir Wengi: Motel Malioboro'

Pengalaman-pengalaman tak mengenakkan di masa kecil itulah yang memantik amarah besar dalam diri Umay ketika beranjak dewasa. Ia pun merasa medium layar lebar adalah sarana paling tepat untuk menyuarakan perlawanan tersebut.

1 2 3

Tags: