"Andai beliau ngomong mau ke piramid pastinya saya akan melarang keras beliau kesana," kata Margareta.

Ia menceritakan, pengalaman terakhir mendaki bersama Maliya berlangsung pada 2 Agustus 2025 lalu dengan mendaki Gunung Argopuro.

| Baca Juga: Istri Satpam Waduk Jatiluhur yang Tewas dengan Terborgol Kisahkan Malam Terakhir Sebelum Kejadian

Sosok Meliya di kalangan pendaki perempuan, menurut Margareta, adalah pribadi yang ramah.

"Beliau adalah sosok sahabat yang baik, ramah, murah hati, lucu, ceria, semangatnya berolahraga luar biasa, semangatnya jadi inspirasi saya pribadi, " katanya.

Maliya sudah sangat berpengalaman melakukan pendakian. Margareta mengenal Maliya sejak 2024. Mereka sering melakukan pendakian di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Margareta mengaku, sebenarnya ia ingin mendaki ke Gunung Piramid, namun ia tak mempunyai keberanian karena medannya sangat berbahaya.

| Baca Juga: Misi Besar Fifi Sijangga di Ulang Tahun ke-70 Marlupi Dance Academy

Bahkan ada beberapa pendaki yang mengajaknya untuk naik, ia tak memberi jawaban karena banyak pertimbangan.

" Gunung Piramid ini gunung yang berbahaya saya tahu itu. Sempat dulu ada OT yang rajin ngetag kita berdua untuk ngajakin ke sana tapi saya pribadi tidak berani, belum ingin kesana karena ada biaya yang agak lumayan mahal saat itu menurut saya,"katanya.

Ia menyadari bagi setiap pendaki, mendaki dengan medan yang cukup berat adalah sebuah tantangan.

Hal itu yang nampaknya dirasakan Maliya. Menurut Margareta, Maliya memang sudah lama ingin mendaki Gunung Piramid.

1 2 3

Tags: