| Baca Juga: Misi Lari 21 Km Penyintas Thalassemia, Demi Sebarkan Edukasi soal Penyakit Darah Genetik

"Setiap ajakan ke gunung beliau tidak pernah menolak selalu jargonnya "gaspoll" terus itulah semangat mendakinya yang menurut saya luar biasa," kata dia.

Sebagai pendaki, Maliya kenyang dengan pengalaman. Ia pernah mendaki Gunung Rinjani, Raung, Kerinci, dengan medan yang sulit berhasil menuju puncak.

"Kemungkinan beliau juga akan menganggap Piramid juga kurang lebih medan nya seperti gunung- gunung tersebut, sehingga mungkin dengan keyakinannya beliau mengambil keputusan untuk pergi ke sana. Guide juga punya pengalaman yang sama," beber Margareta

Kepergian Maliya membuat Margareta merasakan kehilangan yang luar biasa. Namun, ia akhirnya pasrah pada takdir dan jalan hidup seseorang. Bagi dia, pengalaman mendaki yang terhebat adalah ketika seseorang itu bisa kembali dengan selamat.

"Pengalaman terhebat saat mendaki bersama menurut saya tidak ada yang bisa dikatakan terhebat, karena saya menganggap pendakian terhebat adalah berhasil kembali ke rumah dengan selamat, " tutup Margareta. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: