VIVIA MEDIA — Perjalanan RANS Entertainment hingga berkembang menjadi perusahaan publik pada 2026 ternyata tidak dibangun dalam waktu singkat. Raffi Ahmad dan Nagita Slavina merintis perusahaan tersebut secara bertahap, mulai dari skala kecil di garasi rumah hingga berkembang dengan berbagai lini bisnis dan intellectual property (IP).

Nagita Slavina, selaku Direktur Utama RANS, mengatakan perjalanan RANS hingga mencapai posisi saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang telah dibangun sejak bertahun-tahun lalu.

Ia mengenang bagaimana RANS yang dahulu masih beroperasi dari garasi rumah perlahan berkembang hingga akhirnya memasuki pasar modal.

"Fondasi ini sudah dibangun dari tujuh tahun yang lalu. Mulai dari kita di garasi sampai kita melantai di bursa, Mayora masih percaya dengan perkembangan RANS," ujar Nagita Slavina saat menghadiri Kerjasama Strategis Antara PT Rans Entertainment Indonesia Tbk dan PT Mayora Indah Tbk di kawasan Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).

| Baca Juga: Diperiksa Polisi Karena Diduga Eksploitasi Anak, YouTuber Bigmo Mengaku Kapok

Menurut Nagita, perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perusahaan dengan platform kreator dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem yang memberikan dampak lebih luas.

"Integrasi ini membuktikan bahwa sinergi antara corporate brand dan creator platform mampu menghasilkan dampak komersial sekaligus dampak sosial yang luas bagi masyarakat," lanjutnya.

Kerja Keras Berawal dari Garasi Rumah

Raffi Ahmad turut mengenang perjalanan RANS sejak masa-masa awal. Bagi Raffi, perkembangan bisnisnya dari sebuah perusahaan kecil hingga akhirnya melantai di bursa menjadi perjalanan yang emosional.

"Jujur, ini perjalanan yang cukup emosional buat saya. Kalau saya flashback melihat video tadi, dari Rafathar masih kecil sampai sekarang sudah ada Rayyanza," kenang Raffi Ahmad.

| Baca Juga: Raffi Ahmad Kenang Almarhum Ayah Lewat Foto Terakhir, Ungkap Janji Jaga Keluarga

Pria 39 tahun ini kemudian mengingat kembali kondisi ketika kantornya masih berada di garasi kecil sebelah rumahnya. Saat itu, jumlah karyawannya masih sekitar 20 hingga 50 orang.

"Dulu kantor kami masih di garasi, tiba-tiba investor Pak Irsan dan Bu Nadia datang, dan mereka memberikan kepercayaan sama kita. Waktu itu ingat banget menuju-menuju Covid," ujar Raffi Ahmad.

Sakit Parah Hingga Hantaman Pandemi Covid-19

Salah satu momen krusial terjadi menjelang masa pandemi Covid-19. Di saat dunia usaha sedang terguncang dan banyak orang mulai beralih ke ranah digital, Raffi Ahmad menghadapi dilema kesehatan yang serius.

Pria kelahiran Bandung, 17 Februari ini menghadapi masalah serius pada pita suaranya yang mengharuskan ia memilih menjalani operasi atau beristirahat total hingga tiga bulan lamanya.

| Baca Juga: Mengenal Jun Curry Ahn, Pacar Dita Karang eks Secret Number

"Waktu itu saya diingatkan oleh mitra bisnis kami bahwa keluarga adalah nomor satu. Pesan itu sangat membekas karena masih ada investor yang percaya," kenang Raffi Ahmad.

Di tengah keterbatasan fisik dan kondisi dunia yang tengah beralih ke pola kerja Work From Home (WFH), ide-ide kreatif justru lahir.

Dengan jumlah karyawan yang saat itu hanya berkisar antara 20 hingga 50 orang, mereka memaksimalkan ruang garasi di rumah untuk tetap berkarya dan menghadirkan konten-konten yang relevan dengan situasi saat itu.

Berawal dari Sekitar 20 Juta Pengikut

Keberhasilan RANS untuk tumbuh secara organik tidak lepas dari kepercayaan para mitra strategis. Raffi Ahmad menceritakan bagaimana kerja sama dengan grup besar seperti Mayora (melalui Lynx Group International) menjadi pilar penting bagi eksistensi mereka. Padahal saat itu, pengikutnya di media sosial belum sebanyak sekarang.

| Baca Juga: Kini Jadi Aktor Sukses, Kiesha Alvaro Masih Suka Minta Uang Saku ke Pasha Ungu

"Ya saya pede-pede aja dulu, dulu follower saya belum 70 juta, waktu itu masih 20 juta ya? Masih 20 juta di Instagram, YouTube dan lain-lain," aku Raffi Ahmad.

Dari kondisi sederhana tersebut, RANS mulai memproduksi konten dari rumah. Perlahan, perusahaan berkembang dan memperluas bisnisnya hingga akhirnya memasuki pasar modal.

Karakter Autentik Tidak Sekedar Populer

Mayora Group melihat potensi besar dari konten yang dibuat Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Bukan hanya karena popularitas keduanya, konten mereka dinilai memiliki karakter yang autentik dan dekat dengan kehidupan generasi muda Indonesia.

Ricky Afrianto, Global Marketing Director, Mayora Group mengatakan, konten Raffi dan Nagita mampu menggambarkan karakter Gen Z dan milenial secara natural.

| Baca Juga: Marion Jola Lulus Freediving, Sukses Raih Sertifikat Setelah Tiga Kali Latihan

"Jadi begini, kami melihat potensi konten-konten dari Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu sangat otentik. Konten mereka itu menyentuh dan sangat menggambarkan profil Gen Z dan Millennial di Indonesia," ujar Ricky.

Menurutnya, karakter konten yang natural menjadi salah satu alasan masyarakat tertarik mengikuti aktivitas Raffi dan Nagita. Melihat karakter tersebut, ia menilai kerja sama dengan RANS dapat dikembangkan lebih dari sekadar aktivitas promosi konvensional.

Ricky mengatakan, konten yang dekat dengan keseharian masyarakat memungkinkan produk diperkenalkan dengan cara yang lebih menyatu dengan kehidupan konsumen.

"Oleh karena itu, kami melihat ini adalah salah satu peluang, tidak hanya untuk sekadar beriklan, tetapi juga untuk mendekatkan produk kepada konsumen melalui cara yang lebih embedded atau menyatu dengan keseharian mereka," ujar Ricky. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: