VIVIA MEDIA — Jerawat timbul setelah mencoba skincare baru memang mudah membuat seseorang langsung menyalahkan produk tersebut.

Padahal, belum tentu semua breakout pada wajah menandakan kulit tidak cocok. Bisa saja jerawat yang muncul dipengaruhi hormon.

Sebaliknya, jerawat yang terus muncul setelah menggunakan berbagai produk juga tidak selalu berarti masalahnya berasal dari hormon. Karena itu, mengenali pola kemunculannya penting sebelum buru-buru mengganti seluruh rangkaian skincare.

| Baca Juga: Profil Najma Tsuroyya, Putri Ulama di Tuban yang Kini Jadi Istri Kadam Sidik

Seperti Apa Ciri Jerawat Hormonal?

Jerawat hormonal berkaitan dengan perubahan hormon, terutama androgen yang dapat meningkatkan produksi sebum atau minyak kulit. Kondisi ini membuat pori lebih mudah tersumbat dan memicu peradangan.

Dilansir Vivia Media dari Cleveland Clinic, jerawat yang berkaitan dengan perubahan hormon umumnya memiliki beberapa ciri, di antaranya:

• Muncul berulang di area yang sama.
• Lebih sering berada di dagu atau rahang.
• Berbentuk benjolan yang dalam dan terasa nyeri.
• Breakout atau kemunculan jerawan secara beruntun memiliki pola tertentu, misalnya menjelang menstruasi.
• Tidak langsung membaik meski sudah mengganti produk skincare.

Jika jerawat muncul tiba-tiba saat dewasa dan disertai menstruasi tidak teratur atau pertumbuhan rambut berlebih, konsultasi dengan dokter kulit juga penting karena kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan hormonal tertentu.

| Baca Juga: Pamer Foto Before-After Oplas, Denada: Cantik Itu Bonus

Lalu, Bagaimana Jika Penyebabnya Skincare?

Berbeda dari jerawat hormonal, masalah akibat skincare biasanya berkaitan dengan produk yang terlalu berat, menyumbat pori, atau menyebabkan iritasi.

Breakout juga dapat muncul setelah seseorang menambahkan beberapa produk baru sekaligus sehingga sulit mengetahui pemicunya.

Kulit yang mengalami iritasi biasanya tidak hanya ditandai jerawat. Kemerahan, rasa perih, gatal, kering, atau sensasi terbakar juga bisa menyertai.

Namun, jangan langsung menganggap setiap jerawat setelah memakai produk baru sebagai tanda tidak cocok. Beberapa bahan aktif, terutama retinoid, dapat menyebabkan reaksi awal sebelum kondisi kulit membaik.

| Baca Juga: Dulu Insecure, Tissa Biani Kini Bangga Berat Badan Naik

Bagaimana Membedakannya?

Perhatikan waktu, lokasi, dan kondisi kulit. Jika jerawat terus muncul di rahang dengan pola yang berulang, faktor hormonal patut dipertimbangkan.

Sementara itu, jika breakout muncul setelah menggunakan produk baru, terutama di area yang sebelumnya jarang bermasalah, skincare bisa menjadi salah satu penyebab.

Untuk sementara, sederhanakan rutinitas dengan cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Hindari menumpuk terlalu banyak bahan aktif karena dapat memperparah iritasi.

Jadi, jangan buru-buru mengganti seluruh skincare hanya karena satu-dua jerawat muncul. Amati polanya terlebih dahulu. Jika jerawat terasa dalam, nyeri, meninggalkan bekas, atau tidak membaik setelah perawatan yang konsisten, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: