Naura Hakim Kesulitan Pelajari Logat Minang, Sampai Kepikiran Usai Syuting 'Urang Bunian'
VIVIA MEDIA — Naura Hakim mendapat tantangan berbeda saat bermain dalam film Urang Bunian. Memerankan karakter Nurmala, seorang gadis desa asal Padang, Naura harus mempelajari logat dan bahasa Minang yang sebelumnya tidak familiar baginya.
Naura mengaku kesulitan mengikuti cara berbicara masyarakat setempat. Sebagai orang Jawa, ia merasa perlu berlatih berulang kali agar dialog yang disampaikan tidak terdengar dibuat-buat.
"Aku kan orang Jawa, terus kayak pas aku lihat tuh kebanyakan bukan bahasa yang aku tahu gitu loh. Jadi kayak aku terus-menerus latihan, terus kayak 'kok nggak bisa-bisa terus ya'. Kayak susah banget, kayak ada cengkok-cengkoknya gitu loh," kata Naura Hakim.
Menurut Naura, tantangan tersebut bahkan masih ia pikirkan setelah selesai menjalani pengambilan gambar. Ia khawatir logat yang digunakannya justru terdengar dipaksakan.
| Baca Juga: Syuting Film 'Urang Bunian' di Sumatera Barat, Dimas Aditya Sulit Nolak Tawaran Makan
"Jadi bahkan pas sebelum take pun aku tetep latihan terus-menerus. Terus kayak kalau misalkan aku rasa kurang, atau nggak... aku tuh bener-bener kayak... apa ya, harus diulang-ulang lagi. Takut kedengerannya kepaksa banget lagi gitu," ujarnya.
Meski sulit, Naura menganggap proses tersebut sebagai kesempatan untuk mempelajari cara berbicara dan bahasa yang baru. Ia juga berusaha mencari berbagai referensi agar karakter Nurmala bisa dimainkan dengan lebih natural.
Selain persoalan bahasa, Naura menghadapi tantangan lain saat menjalani adegan mandi di hutan. Adegan tersebut dilakukan sekitar pukul 3 pagi dengan kondisi udara yang dingin.
Naura mengaku terbiasa mandi menggunakan air hangat. Namun, untuk kebutuhan adegan, ia harus menjalani proses pengambilan gambar di tempat terbuka yang hanya menggunakan bambu sebagai pembatas.
| Baca Juga: Aslinya Indigo, Frislly Herlind Ungkap Kejadian Mistis Nyata di Lokasi Syuting 'Sajen Satu Suro'
"Itu dingin banget dan yang kayak aku biasa kan mandinya panas kan, karena kayak aku takut dingin sama sekali. Itu tiba-tiba langsung dari apa ya, dari kayak bambu. Terus di bambu-bambu gitu, kayak cuma ditutupin bambu," tutur Naura.
Pengambilan gambar juga berlangsung cukup lama karena adegan tersebut membutuhkan beberapa sudut pengambilan gambar. Kondisi itu membuat Naura sampai gemetar karena kedinginan.
"Jujur dingin, terus kayak kalau kalian liat tadi ada yang pas aku lagi minum, itu tuh kayak kita take berapa kali gara-gara kayak aku gemeteran. Saking kedinginan jadi kayak (suara bergetar)," katanya.
Di film Urang Bunian, Naura juga mengaku baru mengetahui lebih jauh mengenai cerita tentang orang bunian. Sebelumnya, ia sama sekali tidak mengetahui mitos tersebut.
"Sampai akhirnya kayak aku dapet cerita dari orang yang kayak dia apa ya, kayak dia beneran nyeritain kalau misalkan bokapnya tuh sempet diculik sama orang bunian. Jadi aku kayak, 'Ooh'. Terus abis itu kayak dua hari setelah itu tiba-tiba aku dapet tawaran Orang Bunian. Jadi aku kayak, 'Ooh, coincidence'," ungkapnya.
Naura berharap film tersebut tidak hanya dilihat sebagai film horor, tetapi juga bisa membuat penonton mengenal cerita dan budaya yang berkembang di masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera Barat.
"Aku berharap banget kayak orang nonton ini bukan cuma kayak, 'Alah, film horor biasa'. Nggak. Kayak, oke mungkin emang horor, dan sekarang kan emang kebanyakan film horor kan. Cuman yang kita pengen kasih tahu adalah ada lho orang bunian beneran di Indonesia," kata Naura. (*)







