Erick Estrada Ungkap Masa Sulit Meniti Karier, Kehabisan Uang Hingga Alami Pelecehan Seksual
“Saya ingin menjadi seorang sutradara yang film-film saya harus berdampak dan bermanfaat buat banyak orang,” ujarnya.
Meskipun dikenal sebagai komedian, Erick mengaku sempat ingin menghindari peran komedi demi mengubah citra (image) di mata publik.
"Saya memang ingin merubah image dari komedi ke arah menjadi seorang sutradara magang," ujarnya.
| Baca Juga: Gempa Kolombia: Seorang Perempuan Diselamatkan Setelah 30 Jam Tertimbun Reruntuhan
Erick kini tengah fokus mendalami peran di balik layar sebagai sutradara. Ia telah menyelesaikan film pendek pertamanya berjudul 'NAPI: Pesan dari dalam'. Film ini mengangkat kehidupan warga binaan dan harapan untuk mendapat kesempatan kedua. Menariknya, semua pemainnya adalah napi (narapidana).
"Film itu dibuat tanpa skrip, tanpa naskah. Saya memulai debut belajar sutradara dari tiga guru, Yogi S. Calam, Hanung Bramantyo, dan Fajar Nugros," ujarnya.
Film tersebut berhasil mendapatkan perhatian di kancah internasional melalui festival film di Toronto. Keberhasilan ini juga mengantarkan Erick pada kontrak selama lima tahun dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS).
"Saya ingin mengangkat bahwa ekonomi kreatif bisa kita buktikan ada di dalam penjara. Jadi goals seorang aktor itu beda-beda. Saya lebih suka dan ingin menjadi seorang director," tutup Erick. (*)







