Gempa Kolombia: Seorang Perempuan Diselamatkan Setelah 30 Jam Tertimbun Reruntuhan
VIVIA MEDIA — Upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia sejak Senin (10/8/2026) waktu setempat masih berlangsung intensif. Otoritas mencatat korban jiwa telah melampaui 200 orang, dengan angka yang terus bergerak seiring tim penyelamat menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit diakses.
Di sisi lain, lebih dari 2.700 nama dilaporkan hilang lewat basis data yang dikelola warga, jauh melampaui angka resmi pemerintah. Selisih besar ini menunjukkan kacaunya proses pendataan warga korban di tengah reruntuhan bangunan dan putusnya jaringan komunikasi.
Dilansir dari berbagai media, tim gabungan tentara, pemadam kebakaran, sukarelawan, hingga anjing pelacak dikerahkan ke kota-kota paling parah terdampak seperti Cali dan Pereira. Mereka bekerja bergiliran siang dan malam, berhenti setiap beberapa menit untuk mendengarkan tanda-tanda kehidupan dari balik puing beton.
Di Cali, warga membentuk rantai manusia untuk menyingkirkan reruntuhan dengan tangan kosong dan peralatan seadanya, sementara alat berat seperti crane dikerahkan untuk mengangkat bagian bangunan yang lebih besar.
| Baca Juga: Tragedi Gempa Kumamoto Jepang: Gadis 22 Tahun Tewas Terjebak Ledakan Usai Disuruh Amankan Uang Kasir
Salah satu momen yang menyita perhatian adalah penyelamatan Daniela Largo, perempuan berusia 32 tahun, yang berhasil diangkat hidup-hidup dari reruntuhan bangunan hampir 30 jam setelah gempa terjadi.
Ia dibungkus selimut biru dan disambut tangis haru kerabat serta tepuk tangan warga yang menyaksikan proses evakuasi. Ibunya, Sandra Milena Perez, sempat nyaris kehilangan harapan sebelum menerima kabar bahwa seorang warga sekitar mendengar suara minta tolong dari reruntuhan.
Mendengar kabar itu, tim penyelamat dan warga bergotong royong menyingkirkan puing bersama tetangga sebelum tim profesional tiba di lokasi. Dalam tayangan video, sorak sorai tim penyelamat dan warga menggema saat Daniela berhasil diangkat ke tandu.
Kisah serupa juga dialami Beatriz Arcos, yang terjebak bersama suami dan ibunya di bawah kondominium yang ambruk selama sekitar satu jam sebelum akhirnya dievakuasi. Ia sempat dirawat di rumah sakit akibat tertimpa blok beton di punggungnya, sementara suami dan ibunya juga mengalami luka-luka.
Tantangan terbesar kini berada di wilayah Choco, dekat episentrum gempa di San Jose Del Palmar. Wilayah itu hanya bisa dijangkau lewat jalur udara atau laut.
Minimnya akses membuat otoritas kesulitan memastikan skala kerusakan dan jumlah korban di kawasan tersebut secara menyeluruh. Lebih dari 70 gempa susulan tercatat sejak guncangan utama. Tim penyelamat pun terus waspada sambil tetap bekerja di bangunan-bangunan yang masih rawan ambruk.
| Baca Juga: Venezuela Tetapkan Tujuh Hari Berkabung Nasional, Korban Tewas Gempa Capai 2.295 Jiwa
1 2







