Ha Young Terjerat Kontroversi Buyut Pro-Jepang, Bagaimana Nasib 'The Trauma Code 2'?
"Jujur kalau lihat masalahnya kayaknya kemungkinan 99 persen karakter dia bakal diganti sama orang lain. Apalagi itu drama tentang medis," komentar yang lain.
Kontroversi Ha Young
Kontroversi bermula ketika Ha Young membahas keluarganya dalam program KBS2 'Problem Child in House' yang tayang pada Jumat (7/8/2026) lalu.
Dalam kesempatan itu, ia menceritakan bahwa keluarganya memiliki empat generasi dokter.
| Baca Juga: Tak Perlu Nonton Semua Film Marvel, Ini 7 Tontonan Penting Sebelum 'Avengers: Doomsday'
Ia menyebut, kakek buyutnya pernah mempelajari pengobatan Barat di Jepang, membuka klinik pengobatan Barat pertama di Hanyang (kini Seoul), serta pernah merawat Kaisar Gojong.
Pernyataan itu kemudian membuat warganet menelusuri sosok yang dimaksud. Ternyata, kakek buyut Ha Young adalah Ahn Sang Ho, seorang dokter yang pernah menangani keluarga kerajaan Korea.
Ahn Sang Ho tercatat sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916. Organisasi tersebut dikenal sebagai kelompok yang mendukung kebijakan integrasi Jepang-Korea pada masa pendudukan Jepang.
Dalam artikel yang terbitkan surat kabar Maeil Shinbo pada 1918, disebutkan bahwa Ahn Sang Ho menjalani gaya hidup yang sangat terpengaruh Jepang, termasuk mengenakan pakaian Jepang dan menikah dengan perempuan Jepang.
Bagi masyarakat Korea Selatan, masa penjajahan Jepang selama 1910-1945 masih menjadi bagian sejarah kelam yang mengakar kuat dalam ingatan mereka. Karenanya, isu apa pun yang berhubungan dengan hal tersebut menjadi sangat sensitif.
| Baca Juga: Aghniny Haque Ungkap Perbedaan Kisah Bapak di Film 'Bisikan Desa Gringsing' dengan di Dunia Nyata
Ha Young Meminta Maaf
Ha Young secara pribadi menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram-nya, Rabu (12/8/2026). Ia mengaku selama ini hanya mendengar sejarah kakek buyutnya secara sepotong-sepotong dari cerita keluarga.
"Sungguh memalukan, saya sempat membicarakannya di berbagai kesempatan seolah-olah beliau adalah sosok kebanggaan keluarga, padahal saya sendiri tidak mengetahui fakta yang sebenarnya," ungkapnya.







