Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Kalau biasanya sosok hantu identik dengan cerita menyeramkan, Conjurig justru menawarkan sudut pandang yang berbeda. Film drama komedi ini mengangkat kehidupan cosplayer hantu di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, yang mencari penghasilan dengan menghibur wisatawan di jalan ikonik nan bersejarah itu.

Film hasil garapan Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine ini, terinspirasi dari Comjurig. Ia adalah sebuah komunitas di Bandung yang berisikan cosplayer atau orang-orang yang berdandan dengan kostum hantu atau 'jurig' dalam bahasa Sunda.

"Conjurig sebenarnya berasal dari komunitas cosplay yang ada di Alun-Alun Kota Bandung, namanya Comjurig, komunitas cosplay khusus hantu, makanya ada kata 'jurig' yang berarti hantu dalam bahasa Sunda," jelas sutradara Tubagus Deddy kepada media di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Meski mengusung tema hantu, Conjurig bukanlah film horor. Sebaliknya, film ini mengusung genre drama komedi sosial yang sarat dengan pesan moral.

| Baca Juga: Oki Rengga dan Mathias Muchus jadi Anak dan Bapak di Film Komedi Satir 'Gak Ada Matinya'

Budi Ismanto sebagai produser menambahkan, bahwa film ini lahir dari keunikan kultur jalanan Kota Kembang yang belum pernah diangkat secara komprehensif ke layar lebar perfilman Indonesia.

"Jika biasanya cosplay identik dengan anime Jepang atau superhero Hollywood, Conjurig justru memotret realitas cosplayer hantu lokal, seperti pocong. Mudah-mudahan ini jadi ruang nostalgia bagi siapa saja yang pernah berkunjung ke Bandung," jelas Budi.

Berantem dengan Pocong Asal Sukabumi

Tubagus Deddy menceritakan bahwa ide awal film ini dipicu oleh insiden nyata saat ia berselisih paham di jalan dengan seorang cosplayer pocong. Obrolan setelah perselisihan tersebut justru membuka mata sang sutradara tentang realitas di balik kostum seram itu.

"Ternyata yang menarik, dia itu nelayan dari Sukabumi, buka handuk langsung jadi pocong. Saya riset lagi, ada orang kantoran jadi kuntilanak. Mereka menikmati kepuasan di balik topeng karena merasa tidak dikenal—semacam pelarian, bukan semata-mata cari uang," kata Tubagus Deddy.

| Baca Juga: Suara Khasnya Dikloning AI, Kenjiro Tsuda Gugat TikTok

Ia menambahkan, dinamika bertahan hidup para cosplayer sangat kontras. Ada yang menjadi pahlawan pencari rupiah dengan memakai kostum Spider-Man.

1 2 3

Tags: