Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Eks runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana akhirnya buka suara mengenai isu kekerasan seksual yang menimpanya. Sebelumnya, ia sempat dituduh meminta korban untuk menjalani aborsi.

Pria yang akrab dipanggil Tio itu menegaskan bahwa kabar viral yang beredar tidak benar. Ia menyatakan, hubungan seksual antara dirinya dan korban terjadi tanpa paksaan.

"Saya menyatakan dengan tegas bahwa postingan yang viral tersebut adalah tidak tepat," ungkapnya dikutip Vivia Media dari unggahan Instagram @viralforjusticesub, Kamis (13/8/2026).

"Karena selama kejadian tidak ada penolakan dan perlawanan yang terjadi dari yang bersangkutan," sambungnya.

| Baca Juga: Kronologi Runner-up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Minta Korban Aborsi

Lebih lanjut, Tio mengaku memang pernah meminta korban untuk menjalani aborsi. Hal itu ia lakukan karena panik. Namun setelahnya, ia berubah pikiran dan meminta korban untuk mempertahankan kehamilan.

Klaim tersebut dibuktikan dengan tangkapan layar pesan Whatsapp mereka.

"Aku lebih legowo anak itu lahir dengan sehat. Aku takut kenapa-napa. Kan udah keputusannya kemarin kita ga aborsi," begitu bunyi pesan yang dikirimkan oleh Tio.

Tio mengetahui korban hamil pada Juni 2026. Ia telah menawarkan kepada korban untuk mereka menikah. Namun tawaran tersebut tidak digubris.

| Baca Juga: Nasib Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Dipecat Pemkot Surabaya Buntut Tuduhan Kekerasan Seksual

"Pada bulan Juni 2026, saya sudah tahu masalah tersebut sebelum viral seperti sekarang," jelasnya.

"Namun pada ujungnya, saya tetap bertekad baik untuk menyampaikan pertanggungjawaban di pernikahan. Sebagai bentuk tanggung jawab atas kesepakatan bersama dan membatalkan rencana yang tidak baik itu. Namun tidak diindahkan oleh yang bersangkutan," tambahnya.

Pada akhirnya, Tio Ferdian Rahmana dan korban berdamai. Mereka menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Keduanya telah bertemu secara langsung dan melakukan pemeriksaan kehamilan serta kesehatan.

| Baca Juga: Gempa Kolombia: Seorang Perempuan Diselamatkan Setelah 30 Jam Tertimbun Reruntuhan

Di sisi lain, karir dan prestasi yang telah dibangun oleh Tio Ferdian Rahmana terdampak tuduhan permintaan aborsi tersebut.

Ia diberhentikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, tempatnya bekerja sebagai tenaga kerja non-ASN kontrak sejak akhir 2024.

Gelarnya sebagai runner-up alias Wakil I Raka Jatim 2026 juga dicabut. Ia wajibkan untuk mengembalikan seluruh atribut dan hadiah yang diterima, termasuk uang tunai, produk, hingga voucher dari sponsor.

Meski demikian, Tio menerima semua keputusan tersebut. Ia sendiri pun menyadari kesalahan yang telah dilakukannya.

| Baca Juga: Gara-Gara 'Makam' Dobby Harry Potter, Proyek Kabel Listrik Rp8,9 Triliun Terpaksa Pindah Jalur

Kronologi Raka Jatim 2026 Minta Korban Aborsi

seorang pengguna aplikasi X, @Selinaby2, mengaku mengalami kekerasan seksual oleh Tio Ferdian Rahmana hingga menyebabkan kehamilan.

Dalam cuitannya yang dibagikan pada Sabtu (8/8/2026) lalu, ia mengisahkan bahwa Tio mengajaknya pergi ke sebuah hotel setelah makan malam bersama.

Di sana, ia dipaksa untuk berhubungan badan. Korban yang dalam keadaan syok tidak bisa melawan.

Setelah kejadian traumatis tersebut, korban melakukan tes kehamilan menggunakan test pack, hasilnya positif. Ia lantas meminta pertanggungjawaban. Namun ia justru diminta menjalani aborsi. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: