VIVIA MEDIA — Hampir tiga dekade setelah rapper legendaris Tupac Shakur tewas ditembak di Las Vegas, kasusnya akhirnya memasuki babak persidangan. Juri yang akan menentukan nasib terdakwa telah resmi dipilih pada Kamis (13/8/2026) oleh Pengadilan Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

Momen tersebut menandai dimulainya proses hukum yang telah dinanti-nanti keluarga dan penggemar selama hampir 30 tahun.

Sebanyak 12 juri utama dan empat juri cadangan, terdiri dari 10 perempuan dan enam laki-laki, terpilih setelah proses seleksi selama beberapa hari terhadap lebih dari 100 warga Clark County, Nevada.

Selama proses seleksi, calon juri ditanyai berbagai hal, mulai dari buku dan film favorit, pandangan mereka soal geng, hingga apakah mereka pernah mendengarkan musik sosok rapper yang juga dikenal dengan nama 2Pac tersebut.

| Baca Juga: Sempat Diprediksi Hidup Hanya 12 Tahun, Pengidap Progeria Michiel Vandeweert Meninggal di Usia 28

Sosok Terdakwa

Terdakwa dalam kasus ini adalah Duane Davis, mantan pentolan geng yang kini berusia 63 tahun. Otoritas menjerat sosok dengan nama panggilan Keffe D itu dengan dakwaan pembunuhan tiga tahun lalu, dengan menyebutnya sebagai “shot caller” alias otak di balik penembakan yang merenggut nyawa Shakur.

Jaksa tidak menuduh Davis sebagai orang yang menarik pelatuk pada malam kejadian. Namun ia dituding sebagai pihak yang mengatur rencana pembunuhan dan menyediakan senjata yang digunakan.

Di Nevada, seseorang dapat dijerat pasal pembunuhan meski tidak menembak langsung, selama terbukti membantu terjadinya kejahatan tersebut. Davis sendiri merupakan satu-satunya orang yang masih hidup dari mereka yang berada di dalam mobil tempat tembakan fatal itu berasal.

Davis telah menyatakan tidak bersalah atas dakwaan itu. Namun, ia terancam hukuman seumur hidup jika terbukti bersalah.

| Baca Juga: Mengenal Antea Turk, Keturunan Kakak WR Soepratman yang Bawakan 'Indonesia Raya' Versi 1928

Kasus ini kembali mencuat setelah Davis menerbitkan buku berjudul “Compton Street Legend” pada 2019, yang menceritakan detail penembakan dan masa lalunya di geng Crips, ditambah pernyataannya dalam sejumlah wawancara dengan polisi dan media.

1 2

Tags: