VIVIA MEDIA — Aktor sekaligus musisi, Nugie, kembali menyapa penggemar di layar lebar melalui proyek film 'Dan Bandung'. Dalam karya yang kental dengan atmosfer Kota Kembang ini, Nugie memerankan sosok Mang Yadi, paman dari karakter utama bernama Basil (Samo Rafael).

Karakter ini memegang peranan penting dalam perkembangan hidup Basil, terutama karena adanya faktor emosional yang mendalam dalam keluarga mereka.

"Saya di sini berperan sebagai Mang Yadi. Dia adalah pamannya Basil. Mang Yadi ini dipercaya untuk merawat Basil dari masa remaja sampai dia dewasa," ujar Nugie saat ditemui di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).

Lebih lanjut, Nugie menjelaskan bahwa hubungan antara Mang Yadi dan Basil bukan sekadar paman dan keponakan biasa. Ada kerinduan akan sosok anak yang disalurkan melalui Basil.

| Baca Juga: Sakit Asam Lambung Satukan Chemistry Shanna Shannon dan Samo Rafael di Film 'Dan Bandung'

"Di situlah muncul bumbu-bumbu drama, karena kebetulan Mang Yadi dan istrinya, Bi Rini, itu belum punya anak. Jadi mereka merawat Basil benar-benar seperti anak sendiri. Itu amanah langsung dari kakaknya, Kang Nugraha, yang saat itu sedang berada di penjara," tambahnya.

Mendapatkan Referensi dari Anak

Menariknya, dalam mendalami visi film 'Dan Bandung', pemilik nama asli Agustinus Gusti Nugroho ini tidak hanya mengandalkan diskusi dengan sutradara atau penulis. Ia justru mendapatkan sudut pandang berharga dari anaknya, Nikaia.

Nugie mengaku anak bungsunya itu merupakan penggemar berat cerita dari Pidi Baiq tersebut.

"Kalau saya sendiri, jujur dapat banyak insight tentang 'Dan Bandung' ini justru dari anak saya. Anak saya yang umur 16 tahun itu ternyata fans berat. Dia yang kasih tahu, 'Yah, ini ada film Dan Bandung, itu ceritanya begini-begini,'" ungkap Nugie.

| Baca Juga: Debut Layar Lebar Langsung Tokoh Utama di 'Dan Bandung', Shanna Shannon Sempat Nervous

Menurut pria 54 tahun ini, informasi dari putrinya sangat membantu proses adaptasinya.

"Dia jauh lebih tahu daripada saya karena mungkin di media sosial ceritanya sudah ramai banget. Jadi saya sangat terbantu dengan cerita anak saya itu," jelasnya.

Memahami Hati Remaja Melalui Karakter Basil

Peran Nugie dalam film ini juga memberikan dampak personal baginya sebagai seorang ayah di dunia nyata. Dengan mengamati karakter Basil, ayah dua anak ini merasa bisa lebih memahami perasaan anak muda zaman sekarang ketika sedang jatuh cinta atau menghadapi patah hati.

"Jujur, saya mengamati dan mempelajari karakter Basil di sini. Dia kelihatannya cuek, tidak mau diatur, dan omongannya santai. Tapi pas dia jatuh cinta, ternyata hatinya dalam banget," kata suami Theresia Shinta Devi ini.

| Baca Juga: Introvertnya Mentok, Ini Cara Rudi Soedjarwo Hidupkan Chemistry Dua Tokoh Utama Film Dan Bandung

Pengalaman ini ia jadikan referensi untuk mendidik anaknya sendiri. Apalagi kedua anaknya Maximillianus Arkazora Nugroho dan Brigitta Nikaia Nugroho tengah beranjak remaja.

"Itu jadi referensi buat saya sebagai orang tua, 'Oh, anak saya kalau lagi sakit hati atau jatuh cinta mungkin bakal seperti ini.' Film ini sangat kompleks, menceritakan perjalanan seorang remaja dengan hatinya, persahabatan yang solid, sampai tujuan hidup," tuturnya lagi.

Tantangan dari Dari Orang Jawa ke Sunda

Bekerja di bawah arahan sutradara kenamaan Rudi Soedjarwo memberikan tantangan tersendiri bagi Nugie. Salah satu arahan yang paling diingatnya adalah kewajiban untuk melepas identitas asalnya dan sepenuhnya bertransformasi menjadi orang Sunda.

"Nah, itulah hebatnya Mas Rudi Soedjarwo. Beliau bilang, kalau memang tidak bisa (bahasa Sunda), jangan dipaksakan. Walaupun dia sudah wanti-wanti ya, terutama ke saya. Dia bilang, 'Gi, kamu harus jadi orang Sunda, bukan orang Jawa!'," kenang Nugie sambil tertawa.

| Baca Juga: Akun Bodong Terciduk Beri Ulasan Bagus, Film ‘Perumahan Laddaland’ Diduga Pakai Buzzer Letterboxd

Meski penuh tantangan, Nugie merasa chemistry antar pemain terjalin sangat cepat. Ia bahkan mengaku banyak belajar dari aktor-aktor muda yang terlibat dalam proyek ini.

Beradu akting dengan Samo Rafael yang memerankan Basil memberikan kesan mendalam bagi Nugie. Meski ini bukan kali pertama mereka bekerja sama, Nugie melihat ada sisi lain dari Samo yang sangat mendukung pendalaman karakter di film ini, yakni melalui musik.

"Wah, Samo itu luar biasa. Dia punya kedalaman karakter yang sangat kuat. Bahkan saat pertama kali ketemu untuk proyek ini, saya justru lebih banyak dengerin lagu-lagu ciptaannya. Liriknya itu dalam banget," puji Nugie.

Ia menambahkan bahwa latar belakang musik para pemain menjadi perekat utama di lokasi syuting.

"Saya sampai bilang ke dia, 'Anjir, lagu lu dalam banget, ternyata lu orangnya gini ya.' Jadi pas masuk ke scene bareng dia, kita nyambungnya lebih ke arah musikalitas. Hampir semua cast punya latar belakang musik, seperti Keisya, Danan, Samo, dan yang lainnya," jelasnya.

Memori 1995: Bandung sebagai Kiblat Rockstar

Bagi Nugie, Bandung bukan sekadar lokasi kerja. Kota ini memiliki sejarah panjang dalam karier musiknya sejak era 90-an. Baginya, Bandung adalah ujian sesungguhnya bagi setiap seniman yang ingin diakui.

"Buat anak generasi 90-an, Bandung itu adalah kiblat. Lu belum jadi rockstar kalau belum bisa menaklukkan Bandung. Saya punya kenangan hebat di GOR Saparua dulu," kenang Nugie.

Adik penyanyi Katon Bagaskara ini pun menceritakan pengalaman emosional saat pertama kali manggung di Dago tahun 1995.

"Panggung pertama saya di tahun 1995 itu di Jalan Dago. Penontonnya anak-anak Bandung yang musikalitasnya tinggi, saya sampai gemetar dan tangan berdarah karena grogi. Bandung punya banyak memori, termasuk soal hati juga," tutupnya dengan senyum penuh arti. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: