VIVIA MEDIA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan dini tsunami usai gempa sekuat magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Meski demikian, masyarakat sekitar tetap diminta untuk berhati-hati dan menjauh dari kawasan pesisir. Pasalnya, gempa susulan masih berpotensi terjadi.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa pusat gempa berjarak sekitar 30 kilometer di laut utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Timnya mencatat, hingga pukul 10.00 WITA, total gempa susulan mencapai 111 kali dengan magnitudo terakhir 3,8.

| Baca Juga: Gempa Kolombia: Seorang Perempuan Diselamatkan Setelah 30 Jam Tertimbun Reruntuhan

Sementara Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyatakan bahwa wilayah utara Pulau Flores menjadi wilayah yang paling terdampak gempa.

Ia menyatakan, pihaknya telah menghubungi para pemimpin daerah terdampak untuk meminta data terbaru mengenai kondisi daerah masing-masing.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah provinsi NTT akan segera mengirimkan bantuan ke lokasi. Namun fokus mereka saat ini adalah untuk mengevakuasi korban ke tempat aman.

"Saya minta agar toko-toko supermarket di lokasi bencana bisa membagikan makanan kepada para korban, dan pemerintah akan mengganti rugi, sambil menunggu distribusi bantuan," ungkapnya dalam jumpa pers di Kupang, Sabtu (15/08).

| Baca Juga: Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Darussalam yang Gelarnya Dicabut Ternyata Punya Prestasi Tak Biasa

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga pukul 12.30 WIB ditemukan 14 korban tewas. Tiga korban tewas di Kabupaten Sikka. Enam di Manggarai. Lima lainnya di Manggarai Timur.

Melansir dari video yang beredar di media sosial, sejumlah warga yang panik tampak berlarian ketika gempa mengguncang, khususnya mereka yang berada di kawasan pesisir. Beberapa bangunan mengalami kerusakan.

| Baca Juga: Gara-Gara 'Makam' Dobby Harry Potter, Proyek Kabel Listrik Rp8,9 Triliun Terpaksa Pindah Jalur

Sebagian netizen di media sosial juga membagikan video air laut tampak menyurut, yang merupakan salah satu pertanda akan datangnya tsunami.

Waspada Tsunami, Apa yang Harus Dilakukan?

Melansir dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta, air laut yang surut secara mendadak menjadi salah satu peringatan tsunami yang harus diperhatikan.

Jika mengetahui kondisi tersebut, segera menjauh dari pantai. Evakuasi diri ke arah daratan yang lebih tinggi. Utamakan keselamatan diri, bukan barang-barang.

Pentingnya Emergency Kit

Bencana alam bisa datang kapan saja. Karenanya, penting untuk masyarakat menyiapkan emergency kit atau tas siaga bencana. Isinya barang-barang penting untuk kelangsungan hidup.

Beberapa barang yang harus dimasukkan dalam tas siaga bencana, yaitu dokumen penting, obat-obatan, makanan ringan dan minuman tahan lama, alat penerangan, peluit sebagai alat bantu meminta pertolongan, pakaian, dan alat komunikasi. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: