Peringati HUT RI ke-81, Merah Putih Dikibarkan Bareng Hiu Paus di Teluk Cendrawasih Nabire
Bagi Yayasan Somatua, HUT RI ke-81 ini menjadi titik tolak untuk mendorong sektor pariwisata sebagai kekuatan ekonomi baru di Papua Tengah. Maximus kembali menegaskan visinya untuk menjadikan Hiu Paus Teluk Cenderawasih sebagai ikon pariwisata utama yang mampu mengubah taraf hidup masyarakat.
“HUT Kemerdekaan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan ekonomi dan pendidikan masyarakat melalui pariwisata,” tegas Maximus.
Maximus menjabarkan tiga poin besar dalam pengembangan pariwisata ini. Pertama, pariwisata diposisikan sebagai penggerak ekonomi yang beriringan dengan sarana pendidikan.
Ia berharap anak-anak muda Papua di sekitar kawasan wisata tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain kunci.
| Baca Juga: Gagal 4 Kali, Bartlomiej Kubkowski Akhirnya Taklukkan Laut Baltik dalam 55 Jam
“Kami berharap anak-anak muda bisa belajar diving, bahasa Inggris dan keterampilan lainnya sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dan mendapatkan manfaat dari pariwisata,” ungkapnya.
Destinasi Unggulan dan Kolaborasi Strategis
Poin kedua yang ditekankan Maximus adalah penguatan promosi destinasi unggulan. Dari Hiu Paus di Teluk Cenderawasih hingga kemegahan Puncak Carstensz dan kekayaan budaya lokal, semua harus dikenal luas.
Promosi yang masif diharapkan mampu menarik gelombang wisatawan yang kemudian berdampak langsung pada pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi warga.
Namun, Maximus menyadari bahwa impian besar ini memerlukan kerja sama tim yang solid. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara masyarakat pesisir, pemuda, penyelam, otoritas taman nasional, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan.
| Baca Juga: Momen Hari Anak Nasional, Fun School Day Surabaya Ajak 4.000 Siswa Eksplorasi Minat, Bakat, dan Cita-Cita
“Pengembangan pariwisata ini tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujar tokoh yang aktif mendorong kemajuan Tanah Papua tersebut.







