Kisah cintanya dengan Eulis turut menjadi bagian penting sehingga sosok Ismail Marzuki terasa lebih manusiawi.

3. Bumi Manusia (2019)

Bumi Manusia Poster. Foto: Dok. Net

Diadaptasi dari novel Pramoedya Ananta Toer, film ini membawa penonton ke masa kolonial Belanda melalui kehidupan Minke.

Alih-alih berfokus pada peperangan, perjuangan Minke banyak dilakukan melalui pendidikan, pemikiran, tulisan, dan keberaniannya menghadapi ketidakadilan kolonial.

| Baca Juga: Bukan Cuma Jago Akting, 6 Artis Ini Pernah Jadi Paskibraka

Kisah cintanya dengan Annelies juga memperlihatkan bagaimana aturan kolonial dapat memengaruhi kehidupan pribadi.

4. 3 Nafas Likas (2014)

Poster Resmi 3 Nafas Likas. Foto: Dok. Net

Film ini memperkenalkan sosok Likas Tarigan, perempuan Karo yang menjalani kehidupan panjang sejak era 1930-an hingga 2000-an.

Perjuangannya bukan hanya tentang mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga mendapatkan pendidikan, menghadapi kehidupan patriarkal, mendampingi suami, serta membesarkan anak dalam situasi sulit.

5. Nagabonar (1987)

Nagabonar Sampul. Foto: Dok. Net

Kalau ingin tontonan perjuangan yang lebih ringan, Nagabonar bisa menjadi pilihan. Film ini memadukan perang kemerdekaan dengan humor.

| Baca Juga: Dari Pembawa Baki Bendera Pusaka ke Dunia Akting, Ini Profil Ayu Dyah Pasha

Tokoh utamanya bahkan bukan tentara ideal yang sejak awal sudah gagah berani. Nagabonar merupakan mantan pencopet yang kemudian memanfaatkan kecerdikannya untuk menghadapi penjajah.

6. Kadet 1947 (2021)

Poster film Kadet 1947. Foto: Dok. Net

Berbeda dari beberapa judul sebelumnya, Kadet 1947 kembali menghadirkan sisi militer setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Film ini terinspirasi dari kisah para kadet Angkatan Udara yang melakukan serangan udara terhadap Belanda pada 1947. Ceritanya memperlihatkan bahwa mempertahankan kemerdekaan membutuhkan keberanian generasi muda. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: