VIVIA MEDIA — Kemerdekaan Indonesia tidak selalu harus diceritakan lewat adegan perang, senjata, atau pertempuran melawan penjajah.

Sejumlah film dan tontonan justru memilih sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan manusia, mulai dari kisah cinta, pendidikan, keluarga, hingga perjuangan lewat musik.

Menariknya, cara seperti ini membuat sejarah terasa lebih personal. Penonton tidak hanya melihat bagaimana bangsa Indonesia melawan penjajahan, tetapi juga memahami kehidupan orang-orang yang berada di tengah situasi tersebut.

Jika sedang mencari tontonan untuk menemani suasana 17 Agustus, berikut tujuh judul yang menawarkan cerita kemerdekaan dari sisi berbeda.

| Baca Juga: Kisah Nyata Film ‘Baby Udon’: Perjalanan Cinta Emosional Bos Marugame Indonesia dengan Seorang Kasir

1. Doea Tanda Mata (1985)

Doea Tanda Mata. Foto: Dok. Net

Film garapan Teguh Karya ini mengambil latar masa pendudukan Jepang dan mengikuti Ipah, seorang penari yang terlibat dalam gerakan perlawanan.

Di tengah situasi politik yang semakin panas, Ipah bertemu Sunaryo, pemuda yang juga ikut dalam perjuangan. Keduanya kemudian jatuh cinta, tetapi hubungan tersebut harus berhadapan dengan kondisi negara yang penuh tekanan.

Film ini menarik karena memperlihatkan bahwa orang-orang yang hidup di masa penjajahan tetap memiliki persoalan pribadi dan perasaan yang harus diperjuangkan.

2. Payung Fantasi (2022)


Kemerdekaan juga bisa diceritakan melalui musik. Payung Fantasi merupakan web series teater musikal yang mengangkat perjalanan hidup Ismail Marzuki.

| Baca Juga: 5 Artis yang Lahir Tepat 17 Agustus, Rayakan Ulang Tahun Bersama HUT RI

Tidak hanya memperlihatkan kiprahnya sebagai musisi, tontonan ini juga menampilkan bagaimana musik menjadi salah satu cara Ismail menyuarakan semangat perjuangan.

Kisah cintanya dengan Eulis turut menjadi bagian penting sehingga sosok Ismail Marzuki terasa lebih manusiawi.

3. Bumi Manusia (2019)

Bumi Manusia Poster. Foto: Dok. Net

Diadaptasi dari novel Pramoedya Ananta Toer, film ini membawa penonton ke masa kolonial Belanda melalui kehidupan Minke.

Alih-alih berfokus pada peperangan, perjuangan Minke banyak dilakukan melalui pendidikan, pemikiran, tulisan, dan keberaniannya menghadapi ketidakadilan kolonial.

| Baca Juga: Bukan Cuma Jago Akting, 6 Artis Ini Pernah Jadi Paskibraka

Kisah cintanya dengan Annelies juga memperlihatkan bagaimana aturan kolonial dapat memengaruhi kehidupan pribadi.

4. 3 Nafas Likas (2014)

Poster Resmi 3 Nafas Likas. Foto: Dok. Net

Film ini memperkenalkan sosok Likas Tarigan, perempuan Karo yang menjalani kehidupan panjang sejak era 1930-an hingga 2000-an.

Perjuangannya bukan hanya tentang mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga mendapatkan pendidikan, menghadapi kehidupan patriarkal, mendampingi suami, serta membesarkan anak dalam situasi sulit.

5. Nagabonar (1987)

Nagabonar Sampul. Foto: Dok. Net

Kalau ingin tontonan perjuangan yang lebih ringan, Nagabonar bisa menjadi pilihan. Film ini memadukan perang kemerdekaan dengan humor.

| Baca Juga: Dari Pembawa Baki Bendera Pusaka ke Dunia Akting, Ini Profil Ayu Dyah Pasha

Tokoh utamanya bahkan bukan tentara ideal yang sejak awal sudah gagah berani. Nagabonar merupakan mantan pencopet yang kemudian memanfaatkan kecerdikannya untuk menghadapi penjajah.

6. Kadet 1947 (2021)

Poster film Kadet 1947. Foto: Dok. Net

Berbeda dari beberapa judul sebelumnya, Kadet 1947 kembali menghadirkan sisi militer setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Film ini terinspirasi dari kisah para kadet Angkatan Udara yang melakukan serangan udara terhadap Belanda pada 1947. Ceritanya memperlihatkan bahwa mempertahankan kemerdekaan membutuhkan keberanian generasi muda. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: