Nadine Chandrawinata Ungkap Pola Asuh Anak Bareng Dimas Anggara
Saat apa pun terjadi, kalau support system itu terbentuk dengan baik melalui komunikasi dua arah, maka fondasinya tidak akan goyah.
"Tantangan atau rintangan dari luar tidak akan mudah menggoyahkannya karena kita sudah punya pondasi yang kuat di dalam rumah, yaitu saling mendengar," papar Nadine.
Prinsip ini diterapkan agar kedua putrinya tumbuh menjadi pribadi yang beretika dan mampu berempati.
| Baca Juga: Kenalkan Seni Kepada Anak Sebagai Passion, Bukan Paksaan
"Kami ingin membentuk kedua anak kami kebetulan keduanya perempuan, agar mereka tahu bahwa saat mereka ingin didengar, mereka harus mau mendengar dulu," terang Nadine.
Dari situ mereka bisa melangkah ke tahap berikutnya dengan etika yang baik. Mereka harus punya jawaban sendiri atas tindakan mereka, tapi tetap dibawah bimbingan orang tua.
"Jadi mereka harus punya jawaban sendiri atas tindakan mereka, tapi tetap kami bimbing," tambahnya.
Mengatasi Perilaku Buruk Tanpa Membuat Anak Frustrasi
Nadine memberikan contoh saat anaknya melakukan tindakan fisik seperti memukul. Menurutnya, orang tua tidak boleh hanya terpaku pada perilaku luar anak, melainkan harus menggali akar permasalahannya.
| Baca Juga: Rumah Terasa Makin Sempit? Ternyata Bukan Karena Ukurannya
Tugas orang tua adalah mencari tahu 'cerita' di baliknya. "Kenapa dia memukul? Apakah dia sedang mengantuk, lapar, atau merasa tidak nyaman karena berada di keramaian? Kalau kita sudah tahu karakternya seperti apa, kita jadi lebih mudah memahami apa yang dia pikirkan," sambungnya.
Menariknya, Nadine memberikan saran agar orang tua menghindari kata tanya "kenapa" saat anak sedang dalam kondisi emosional. Ia menilai pertanyaan tersebut justru memicu beban stres tambahan bagi balita.







