Dia menyarankan, alih-alih bertanya 'kenapa', lebih baik dipancing dengan pertanyaan lain. Misalnya, 'Tadi di sekolah makan apa? Makan stroberi ya? Rasanya manis atau asam?

Menurut Nadine, pendekatan ini jauh lebih efektif dalam membangun kedekatan antara orang tua dan anak. Dengan mengurangi kata 'kenapa', kita membantu mengurangi beban stres pada anak karena pada fase itu, mereka sendiri pun terkadang tidak tahu alasan mereka bertindak demikian.

| Baca Juga: Berat Badan Shabrina Leanor Turun Lewat Bariatrik, Ungkap Alasan di Balik Keputusan

"Jadi, kitalah orang tuanya yang harus mencari cara dan pertanyaan yang tepat agar anak merasa dekat dan didengar," ujar Nadine.

Filosofi Hidup dan Ibarat Kepingan Puzzle

Menjadi orang tua, diakui Nadine tidak mudah. Saat ditanya mengenai cara memandang tantangan hidup sehari-hari, ia memberikan catatan reflektif bagi dirinya sendiri.

"Jangan lupa bernapas. Mengapa bernapas itu penting? Karena kalau kita masih bernapas, artinya kita masih diberikan kesempatan untuk mencoba lagi," jelas bintang film Danau Hitam ini.

Nadine menyadari sepenuhnya bahwa hidup tidak menjanjikan jalan setapak yang mulus. Ia mengibaratkan rintangan sebagai 'kerikil-kerikil' yang pasti ditemui setiap orang.

"Hidup itu tidak akan selalu berjalan mulus. Pasti akan ada kegagalan. Tapi dengan adanya napas, kita diingatkan untuk terus mencoba dan mencoba lagi," tutupnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: