Proses pengerjaan lagu tersebut juga memberikan ruang bagi Sisca untuk mengeksplorasi karakter vokalnya. Tohpati memberikan kebebasan kepadanya untuk menginterpretasikan lagu selama tetap menyatu dengan aransemen musik.

“Di studio rasanya seru dan fun banget. Mas Tohpati memberikan kebebasan buat aku mengeksplorasi cara bernyanyi, yang penting bisa menyatu dengan musiknya,” ungkap Sisca.

| Baca Juga: Aruma Bercerita Tentang Cinta, harapan dan Pilihan di Lagu 'Jalan Buntu'

Jika versi Andien pada 2005 dikenal dengan karakter yang lebih cool, syahdu, dan mendayu, versi terbaru yang dibawakan Sisca Saras menawarkan pendekatan berbeda.

Tohpati mengubah nuansa lagu menjadi lebih cepat dengan balutan jazz, samba, dan bossa nova. Hasilnya, ‘Gemintang’ terdengar lebih ceria, ringan, fresh, sekaligus playful.

Sisca pun merasa pendekatan tersebut membuat dirinya lebih leluasa memberikan warna vokal baru tanpa harus terbebani oleh versi sebelumnya.

“Kalau versi Kak Andien kan lebih mendayu-dayu dan syahdu. Nah, kalau versi aku dan Mas Tohpati ini lebih upbeat, lebih bisa dibawa joget kecil-kecil, dan centil. Jadi benar-benar menawarkan warna yang beda,” ujar Sisca.

| Baca Juga: Kotak Resmi Rilis 'YOLO', Single Perdana di Jalur Musik Independen

Tohpati menilai karakter baru tersebut menjadi kekuatan tersendiri dari versi terbaru ‘Gemintang’.

“Versi baru ini beda banget. Temponya lebih cepat, lebih jazzy, ada nuansa samba dan bossa nova, jadi terasa lebih ceria, centil, dan fresh,” jelasnya.

Selain menawarkan aransemen baru, Sisca juga menemukan makna yang lebih luas dalam lirik ‘Gemintang’. Salah satu bagian yang paling ia sukai adalah penggalan lirik, “Resahku menepi, indahku bersemi, mengingat utuh bayangmu...”.

Menurut Sisca, pesan lagu tersebut tidak hanya dapat dimaknai sebagai kisah romantis antara dua orang. ‘Gemintang’ juga bisa berbicara tentang harapan baru dan semangat untuk kembali bangkit setelah melewati masa-masa sulit.

1 2 3

Tags: