Yasamin Jasem Ungkap Adegan Terberat Saat Syuting Film 'Paket Santet'
VIVIA MEDIA — Aktris Yasamin Jasem mengungkapkan tantangan teknis yang dihadapinya dalam film horor Paket Santet. Di antara sekian banyak adegan menyeramkan, Yasamin menyebut adegan di depan kaca sebagai momen paling sulit karena ia harus berperan ganda dan melawan pantulan dirinya sendiri dengan emosi yang berbeda.
Yasamin Jasem menjelaskan bahwa adegan kaca dalam film ini bukan sekadar pantulan biasa, melainkan sebuah kebutuhan teknis yang menuntut konsentrasi tinggi. Aktris 22 tahun ini harus memerankan dua karakter sekaligus dalam satu bingkai tanpa bantuan lawan main fisik.
"Wah, kalau buat aku, adegan yang paling teknis itu adegan kaca. Karena di satu titik itu, aku harus mengeluarkan dua energi untuk memainkan dua karakter yang berbeda. Padahal, lawan mainku itu ya aku sendiri di depan kaca," ungkap Yasamin saat ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Kesulitan semakin bertambah karena ia harus melakukan teknik mirroring atau peniruan gerakan yang presisi namun tetap memiliki perbedaan nada bicara.
| Baca Juga: Sempat Gak Pede, Rizky Hanggono Naikkan Berat Badan Sampai 19 Kilogram Demi Jadi Gatot
"Aku harus mainin satu energi di depan kaca, terus seolah-olah ada energi lain yang membalas dari dalam kaca itu. Itu sulit banget karena harus bolak-balik memerankan itu," jelasnya.
"Belum lagi aku harus mirroring dan mengulang dialog yang sama tapi dengan cara bicara atau nada yang berbeda. Itu benar-benar menantang buat aku," sambung Yasamin.
Final Battle: Aksi Fisik dan Tempel Dinding
Tidak hanya menguras emosi, bagian akhir film ini menuntut ketahanan fisik yang prima dari Yasamin. Ia menceritakan bagaimana adegan pertempuran puncak (final battle) mengharuskannya melakukan koreografi yang intens.
"Keseruan yang paling berkesan aku ingat sampai detik ini adalah final battle ini, kan banyak sekali melibatkan Fatih (Unru) dan Ai (Fadly Faisal). Banyak sekali harus angkut-angkut dan melempar-melempar, tapi di saat yang sama itu enggak boleh kelihatan keberatan. Aku harus membuang badan mereka. Itu lumayan challenging," kenang Yasamin.
| Baca Juga: Meninggal di Usia 36 Tahun, Penyebab Kematian Aktris Hayden Panettiere Masih Misteri
Ia menambahkan bahwa sutradara meminta ekspresi wajahnya tetap tenang meski sedang melakukan aksi berat.
"Berapa kali Bu Dinna harus bilang 'Yasamin mukanya enggak boleh terlihat struggling gitu'. Apalagi yang menuju akhir-akhir itu ada aksi tempel-tempel di tembok, naik-naik ke tembok, tubruk-tubrukan. Itu butuh banyak waktu dan trial and error untuk dapetin that perfect shot," tambahnya.
Eksplorasi Rasa Takut dan Keretakan Persahabatan
Dalam film ini, Yasamin Jasem berperan sebagai Bella, bagian dari tujuh mahasiswa yang diteror. Yasamin menilai sutradara Dinna Jasanti berhasil membedah sisi psikologis karakter melalui rasa takut yang saling disembunyikan.
"Menarik melihat apa yang Bu Dinna sampaikan, bahwa film ini dasarnya adalah rasa takut (fear). Setiap karakter punya ketakutan masing-masing yang akhirnya membuat mereka menutupi banyak hal. Itulah yang perlahan menghancurkan pertemanan mereka. Padahal harusnya kita jadi teamwork," jelas Yasamin.
| Baca Juga: Ryan Gosling Resmi Jadi 'Ghost Rider', Film Marvel akan Tayang 28 Juli 2028
Bintang film Lembayung ini juga memuji kedetailan Dinna dalam mengarahkan emosi pemain di tengah situasi horor.
"Dramanya sangat tebal dan Bu Dinna sangat detail membedah setiap karakter, apa yang mereka takuti dan bagaimana menghadapi teror itu. Pesannya adalah berhati-hati dalam berbicara karena dampaknya bisa terus meluas ke orang lain," tuturnya.
Efek Paranoid: Takut Terima Paket di Rumah
Setelah menyelesaikan syuting film garapan Dinna Jasanti ini, Yasamin mengaku mengalami perubahan perilaku di kehidupan sehari-hari. Premis film yang mengangkat tema santet melalui jasa pengiriman paket membuatnya waswas setiap kali melihat kurir datang ke rumahnya.
"Daya tarik Paket Santet adalah ide dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sialnya pasti ada orang yang pernah mengalaminya," kata pemeran tokoh Bella ini.
| Baca Juga: Dian Sastrowardoyo Siap Obati Rindu Penggemar Lewat Proyek Baru Film Pendek 'AADC'
Aktris berdarah Indonesia, Kanada dan Iran ini melanjutkan bahwa rasa waswas itu muncul secara spontan pasca-syuting.
"Setelah menjalani proses syuting, ada yang berubah dalam diri aku saat melihat paket. Rasanya muncul ketakutan, 'gimana ya kalau suatu hari benar-benar aku terima paket tapi isinya santet?'. Muncul ketakutan seperti itu," tutupnya.
Film produksi Base Entertainment mengikuti kisah tujuh mahasiswa—Deva, Bella, Ale, Celia, Firza, Kiki, dan Glen—yang terjebak dalam teror mematikan setelah sebuah paket misterius tanpa nama pengirim tiba di hadapan mereka. Satu per satu nyawa mereka terancam oleh kekuatan hitam yang bersembunyi di balik kiriman tersebut. (*)







