Diminta Audit Biaya Nafkah Anak, Sarwendah Siap Tuntut Audit Kesehatan Ruben Onsu
Dia menjelaskan bahwa tagihan itu sifatnya adalah reimburse. Dimana, Sarwendah mengeluarkan uang terlebih dahulu, baru kemudian disampaikan kepada Ruben sebagai bagian uang nafkah anak.
"Biaya itu bisa diserahkan pertama adalah ditalangi dulu oleh klien kami. Jadi sistemnya reimburse. Jadi biaya yang ada itu ditalangi dulu oleh klien kami, lalu setelah itu klien kami menagihkan dengan poin-poin 'ini biaya ini untuk ini, biaya ini untuk ini, biaya ini untuk ini'," tuturnya.
| Baca Juga: Usai Sidang Ditunda, Sarwendah dan Ruben Onsu Ribut Soal Rumah Mereka
Chris melanjutkan, dari sisi itu saja, sebenarnya lucu jika pihak Ruben meminta adanya audit. Sebab, nominal yang diajukan oleh Sarwendah sejatinya sudah mendapat persetujuan dari Ruben.
"Misalnya ditagihkan 200 juta, yang setuju misalnya 100 juta, ya sudah dibayarkan saja 100 juta. Artinya proses itu sudah ada persetujuan sebenarnya ya, tetapi lucu kalau sekarang mereka minta audit nafkah atau audit biaya pemeliharaan dan pendidikan. Tetapi klien kami tegaskan tidak keberatan itu dilakukan. Klien kami enggak ada masalah karena semua buktinya ada," beber Chris.
Sebaliknya, Chris juga meminta kepada Minola, agar Ruben bisa menjelaskan soal kondisi kesehatannya.
"Kalau dia memang mau meminta audit nafkah atau biaya pemeliharaan dan pendidikan itu, kita juga minta audit kesehatan terhadap klien Bang Minola," tegasnya.
| Baca Juga: Bersahabat, Ivan Gunawan Tegas Tak Mau Ikut Campur Urusan Ruben Onsu
Menurut dia, bisa saja hal itu diminta oleh Sarwendah. Namun, sejauh ini, kliennya belum mengajukan hal itu karena fokus pada kepentingan anak-anaknya lebih dulu.
"Mungkin nanti, kita pikir kalau memang itu perlu. Untuk siapa, sekali lagi demi kepentingan anak. Kami tidak pernah bicara kepentingan klien kami ya, demi kepentingan anak," ujarnya. (*)







