Diminta Audit Biaya Nafkah Anak, Sarwendah Siap Tuntut Audit Kesehatan Ruben Onsu
VIVIA MEDIA — Ribut berkepanjangan antara Ruben Onsu dengan Sarwendah terus berlangsung panas. Usai gagal mendapat titik damai di sidang mediasi, isu uang nafkah anak-anak dan masalah kesehatan Ruben kini menjadi topik perdebatan mantan suami istri itu.
Setelah bercerai pada 2024, Ruben memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada anak-anaknya. Selama ini, Sarwendah meminta uang nafkah anak-anak kepada Ruben dengan memberikan tagihan.
Tagihan tersebut pun memiliki nominal yang berbeda setiap bulannya.
Pada perkembangan terkini, Ruben keberatan dengan cara yang dilakukan Sarwendah, yakni diberikan tagihan dan rincian. Ruben meminta agar diberi rincian serta penjelasan cara penggunaan uang.
| Baca Juga: Sidang Mediasi Buntu, Sarwendah Teriak Dua Kali, Gugatan Ruben Onsu Lanjut ke Sidang Perkara
Karena merasa tak mendapat jawaban yang memuaskan, Ruben pun akhirnya meminta semua biaya pengurusan anak untuk diaudit.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu memaklumi permintaan Ruben. Chris menegaskan, pada dasarnya kliennya tidak keberatan atas adanya permintaan audit.
Namun, dia juga perlu menjelaskan biaya nafkah yang dimaksud dalam kesepakatan cerai antara Sarwendah dengan Ruben, termasuk menyinggung pernyataan pengacara Minola Sebayang.
"Saya meluruskan ya terkait yang dimaksud Bang Minola itu menurut Akta 39 adalah yang sudah pernah dibayarkan oleh klien Bang Minola itu adalah biaya pemeliharaan dan pendidikan anak. Itu bunyi pasalnya ya. Jadi, pemeliharaan dan pendidikan anak ditanggung oleh Ruben," ucap Chris.
| Baca Juga: Ultah ke-43, Ruben Onsu Rayakan Sederhana di Puncak, Dapat Kejutan Manis dari Betrand Peto
Poin tersebut, kata Chris, tercantum jelas dalam akta. Dalam arti, hanya poin soal pemeliharaan dan pendidikan anak yang ditanggung oleh Ruben.
"Jadi angka yang sebesar itu bukan hanya murni satu nafkah ya, tetapi adalah biaya pemeliharaan dan pendidikan ya. Kami siap untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaporan terhadap itu ya," jelas Chris.
Dia menjelaskan bahwa tagihan itu sifatnya adalah reimburse. Dimana, Sarwendah mengeluarkan uang terlebih dahulu, baru kemudian disampaikan kepada Ruben sebagai bagian uang nafkah anak.
"Biaya itu bisa diserahkan pertama adalah ditalangi dulu oleh klien kami. Jadi sistemnya reimburse. Jadi biaya yang ada itu ditalangi dulu oleh klien kami, lalu setelah itu klien kami menagihkan dengan poin-poin 'ini biaya ini untuk ini, biaya ini untuk ini, biaya ini untuk ini'," tuturnya.
| Baca Juga: Usai Sidang Ditunda, Sarwendah dan Ruben Onsu Ribut Soal Rumah Mereka
Chris melanjutkan, dari sisi itu saja, sebenarnya lucu jika pihak Ruben meminta adanya audit. Sebab, nominal yang diajukan oleh Sarwendah sejatinya sudah mendapat persetujuan dari Ruben.
"Misalnya ditagihkan 200 juta, yang setuju misalnya 100 juta, ya sudah dibayarkan saja 100 juta. Artinya proses itu sudah ada persetujuan sebenarnya ya, tetapi lucu kalau sekarang mereka minta audit nafkah atau audit biaya pemeliharaan dan pendidikan. Tetapi klien kami tegaskan tidak keberatan itu dilakukan. Klien kami enggak ada masalah karena semua buktinya ada," beber Chris.
Sebaliknya, Chris juga meminta kepada Minola, agar Ruben bisa menjelaskan soal kondisi kesehatannya.
"Kalau dia memang mau meminta audit nafkah atau biaya pemeliharaan dan pendidikan itu, kita juga minta audit kesehatan terhadap klien Bang Minola," tegasnya.
| Baca Juga: Bersahabat, Ivan Gunawan Tegas Tak Mau Ikut Campur Urusan Ruben Onsu
Menurut dia, bisa saja hal itu diminta oleh Sarwendah. Namun, sejauh ini, kliennya belum mengajukan hal itu karena fokus pada kepentingan anak-anaknya lebih dulu.
"Mungkin nanti, kita pikir kalau memang itu perlu. Untuk siapa, sekali lagi demi kepentingan anak. Kami tidak pernah bicara kepentingan klien kami ya, demi kepentingan anak," ujarnya. (*)







