'Operasi Pesta Copet' jadi Film Bujet Terbesar Imajinari, Simak Detailnya dari Ernest Prakasa
"Sama seperti kalau kita baca berita kriminal, kita jadi waspada. Kami berharap setelah menonton film ini, lebih sedikit orang yang menjadi korban copet saat berada di tempat ramai," tegasnya.
Proyek Termahal Produksi Imajinari
Keputusan untuk mengambil latar di festival musik asli, Pestapora, membawa konsekuensi besar pada sisi finansial.
Ernest Prakasa mengakui bahwa Operasi Pesta Copet menjadi film dengan anggaran biaya produksi paling besar yang pernah digelontorkan oleh Imajinari. Baginya, tidak ada jalan tengah untuk mengeksekusi skrip yang ditulis oleh Edy Khemod ini.
| Baca Juga: Dari Drummer ke Kursi Sutradara, Edy Khemod Jalani Debut di Film 'Operasi Pesta Copet'
"Pilihannya cuma dua: dikerjain atau enggak. Kalau mau dikerjain, ya harus sesuai spesifikasinya. Idenya enggak mungkin di-spec down. Kita juga enggak mungkin tiba-tiba disuruh bikin konser sendiri. Makanya kita tanya Ucup (penyelenggara Pestapora), mungkin enggak kita berpartner? Kalau Ucup bilang enggak bisa, ya enggak jadi," ungkap Ernest.
Pria 44 tahun ini menyadari risiko besar yang diambil, namun tetap optimis dengan hasil akhirnya.
"Kami tahu film ini akan memakan budget paling mahal bagi Imajinari, tapi rasanya lebih menyesal kalau kita tidak mencoba," ujar sutradara film Cek Toko Sebelah ini.
Kerahkan 500 Figuran demi Keamanan
Menjalani syuting di tengah puluhan ribu penonton festival tentu bukan perkara mudah. Tim produksi harus memutar otak agar adegan-adegan krusial, terutama aksi pencopetan, dapat terekam dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan nyata di lokasi. Ernest pun membagikan sedikit bocoran teknis mengenai bagaimana mereka mensimulasikan keramaian.
| Baca Juga: Syuting Film di Live Pestapora, Iqbaal Ramadhan Cerita Ketegangan Naik Panggung Rhoma Irama
"Sedikit bocoran buat teman-teman, ada adegan-adegan yang seolah-olah terjadi di tengah konser, padahal kita syuting itu sebelum konser dimulai. Panggungnya sudah asli, tapi kita bawa 500 orang ekstra (figuran) untuk adegan nyopet," jelasnya.







