VIVIA MEDIA — Pagelaran Sabang Merauke (PSM) 2026 resmi dibuka di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Memasuki penyelenggaraan ketujuh, pertunjukan kolosal garapan iForte dan BCA ini mengangkat tema "Hikayat Srikandi Nusantara", berbeda dari tema tahun sebelumnya, "Hikayat Nusantara".

Kali ini, perempuan dalam cerita rakyat Indonesia ditempatkan sebagai pusat narasi, dengan kisah-kisah dari berbagai daerah dirangkai melalui tari, musik, dan teater untuk menampilkan keberanian, keteguhan, kasih sayang, pengorbanan, serta kekuatan yang diwariskan lintas generasi.

Srikandi, diperankan Raisa Andriana, menjadi tokoh utama yang membawa penonton menyusuri berbagai hikayat perempuan Indonesia, didampingi Zie sebagai representasi generasi muda serta karakter Limbuk, Petruk, dan Bagong yang menghadirkan warna jenaka.

Perjalanan itu mempertemukan Srikandi dengan sosok-sosok yang lama hidup dalam ingatan kolektif masyarakat, seperti Mandeh Rubayah (ibu Malin Kundang), Dayang Sumbi, Mahadewi, dan Calonarang.

| Baca Juga: Skala Panggung Lebih Besar, 1.700 Seniman Terlibat Dalam Hikayat Srikandi Nusantara

Sementara itu, Yuyu Kangkang hadir sebagai simbol ancaman budaya sekaligus representasi kekerasan terhadap perempuan, sehingga pertentangannya dengan Srikandi menjadi benang merah yang menyatukan kisah-kisah dari berbagai daerah.

Pesan penolakan terhadap kekerasan perempuan ditegaskan lewat adegan ketika pasukan Yuyu Kangkang digambarkan melakukan catcalling, lalu dijawab tegas oleh Srikandi.

"Maju bersama, menuju kemenangan dan kemuliaan! Menghadapi bahaya laten yang mengancam negeri ini!" seru Raisa. Sikap itu ditegaskan kembali saat ia tampil bersama perwakilan Jakarta, "Jakarta menolak kekerasan terhadap perempuan."

Kisah-kisah lama juga ditampilkan dari sisi yang lebih manusiawi. Mandeh Rubayah, diperankan Mirabeth Sonia, menyuarakan duka seorang ibu yang harus menerima anaknya berubah menjadi batu akibat doanya sendiri.

| Baca Juga: Raisa Ungkap Tantangan Nyanyikan Lagu 'Cahaya Hati' di Hikayat Srikandi Nusantara

"Kini kau membatu, dan hati Ibu pun ikut membatu dalam penyesalan yang tak berujung."

Dayang Sumbi dihadirkan sebagai perempuan yang mempertahankan kehormatan keluarganya, Mahadewi membawa cahaya dan keseimbangan, sementara Calonarang, yang selama ini dilabeli jahat, ditampilkan menyimpan kisah cinta seorang ibu.

Rangkaian karakter ini membuat perempuan tampil utuh, dengan kekuatan sekaligus kelemahan, cinta, kemarahan, kehilangan, dan pilihan hidupnya masing-masing.

Bagi Raisa, memerankan Srikandi berarti menjaga totalitas emosi sepanjang hari agar fokusnya tidak terpecah. "Aku juga senang karena bisa mengemban message yang begitu berat tapi juga begitu penting di dalam Pagelaran Sabang Merauke ini," ujarnya.

Kemegahan pagelaran Pagelaran Sabang Merauke 2026 yang mengambil tema Hikayat Srikandi Nusantara
Kemegahan pagelaran Pagelaran Sabang Merauke 2026 yang mengambil tema Hikayat Srikandi Nusantara. Foto: Istimewa

Ia mengaku baru benar-benar tersenyum lepas setelah pertunjukan usai, karena karakter Srikandi menuntutnya tampil tegas sepanjang proses. "Aku merasa hari ini tuh akhirnya pecah telor juga ya, jadi Srikandinya," katanya sembari terkekeh.

Yura Yunita turut menjadi sorotan lewat perannya sebagai Mahadewi, lengkap dengan aksi terbang menggunakan sling dan menaiki naga berkepala tiga. Di balik panggung, ia bahkan harus menggunakan sepeda motor untuk berpindah posisi dalam hitungan detik.

"Kalau kemarin sudah di sini, kayaknya tahun ini dikasih challenge lebih wow lagi," ujar Yura, sekaligus mengapresiasi persiapan teknis dan keamanan yang menurutnya telah dirancang berbulan-bulan sebelumnya.

Skala produksi PSM 2026 terbilang megah. Melibatkan lebih dari 1.700 orang, terdiri atas ratusan penari budaya, musisi tradisional, paduan suara, orkestra, penyanyi, hingga satu grup band nasional, dengan jumlah koreografi meningkat dari sekitar 70 menjadi 117 nomor.

| Baca Juga: Benang Merah 'Cahaya Hati': Kisah Padi Reborn dan Yura Yunita di Balik Kolosalnya Pagelaran Sabang Merauke 2026

Sutradara Rusmedie Agus menyebut perjalanan lima tahun PSM sebagai buah dari gotong royong dan kekeluargaan tim di balik layar,

"Arah dari Pagelaran Sabang Merauke ini adalah menyalurkan energi positif kepada semua yang mendengar betapa Indonesia ini adalah negara yang luar biasa, penuh keberagaman."

Salah satu momen di Pagelaran Sabang Merauke 2026 dengan tema Hikayat Srikandi Nusantara
Salah satu momen di Pagelaran Sabang Merauke 2026 dengan tema Hikayat Srikandi Nusantara. Foto: Istimewa

Pertunjukan ini menempatkan perempuan sebagai penjaga ingatan dan nilai yang diwariskan lintas generasi. Srikandi tidak lagi sekadar tokoh pewayangan, melainkan simbol bahwa setiap zaman memiliki perempuan-perempuannya sendiri. Seperti ditegaskan Raisa di penghujung malam.

"Yang paling penting adalah terus menjadi versi terbaik dirimu." (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: