Seiring proses pengembangan, konsep tersebut kemudian berubah menjadi lagu solo. Perubahan ini justru membuat cerita lagu tersebut terasa semakin personal.

Cerita yang awalnya menggambarkan percakapan dua sahabat berkembang menjadi suara hati seseorang yang sebenarnya telah memiliki intuisi sejak awal, tetapi memilih mengabaikannya.

| Baca Juga: Romaria Rilis Single Lagu '24/7', Langsung Populer di TikTok hingga Spotify

“Intinya sinyal-sinyal di depan yang udah dikasih tahu sama temannya, tapi temannya masih melakukan karena jatuh cinta. Karena akhirnya jadi lagu solo, lebih pasnya diartikan kita ngomong ke diri kita sendiri, sama intuisi yang kita punya di awal terhadap suatu hubungan yang akhirnya kita kena batunya sendiri,” jelas Iqbal Siregar.

Selain cerita, kekuatan 'KAN' juga terletak pada cara Mawar de Jongh membawakan lagu tersebut. Menurut Iqbal, perubahan aransemen dan mood membuat lagu itu memiliki karakter yang berbeda dari sejumlah single Mawar sebelumnya.

Meski demikian, kemampuan Mawar dalam menyampaikan cerita melalui vokal tetap menjadi kekuatan utama.

“Walaupun konsep aransemen di lagu ini agak berbeda dari single-single Mawar sebelumnya. Tapi Mawar tuh paling bagus suaranya dalam hal menceritakan sesuatu. Jadi nggak perlu teknik yang aneh-aneh, dan pas denger Mawar nyanyi pesan yang ingin disampaikan dapat dan feels real,” kata Iqbal.

| Baca Juga: The Script Konser di Jakarta April 2027, Ada The Calling dan Tiket Mulai Rp650 Ribu

Bagi Mawar de Jongh, 'KAN' menjadi salah satu eksplorasi baru dalam perjalanan musiknya sepanjang 2026. Berbeda dari karya-karya sebelumnya, single ini menawarkan pendekatan dari sisi konsep, aransemen, hingga mood. Hal tersebut membuat Mawar merasa single itu menjadi karya yang fresh.

“Single ini cukup berbeda secara konsep, aransemen, dan mood. Jadi ‘KAN’ menjadi sesuatu yang fresh juga dari aku di tahun ini. Senang sekali bisa membawakan sesuatu yang berbeda di tahun ini,” ujar Mawar.

Eksplorasi tersebut tidak berhenti pada musik. Cerita 'KAN' juga diterjemahkan ke dalam video musik dengan pendekatan visual yang lebih ceria dan penuh warna.

Untuk video musik “KAN”, Mawar de Jongh berkolaborasi dengan Bernardus Raka. Konsep visualnya dibuat berbeda melalui eksplorasi look, warna, akting, serta teknik pengambilan gambar.

1 2 3

Tags: