VIVIA MEDIA — Adhisty Zara punya alasan khusus menantikan penayangan film Rumah Singgah. Di tengah persiapan menyambut kelahiran anak pertamanya, aktris tersebut kembali mengingat proses syuting film yang menyimpan kenangan tentang sang kakek.

Film produksi Mandela Pictures dan Senara itu akan tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. Bagi Zara, film tersebut terasa berbeda karena sang kakek meninggal dunia ketika proses syuting masih berlangsung.

"Jujur aku sangat excited untuk film ini. Nonton cuplikannya saja aku sudah merasa haru banget karena aku memang sangat menanti Rumah Singgah tayang," ujar Zara.

Perasaan tersebut semakin kuat karena karakter Karla yang diperankannya memiliki perjalanan emosional. Setiap kali menjalani adegan berat, Zara mengaku teringat pada sang kakek.

| Baca Juga: Devano Danendra Belajar Banyak dari Karakternya di Film Rumah Singgah

"Film ini punya tempat spesial di hati aku. Aku persembahkan karya ini buat almarhum kakekku yang meninggal justru saat aku sedang syuting film ini. Jadi, setiap adegan emosional yang aku lalui, selalu ada memori tentang beliau di sana," ungkapnya sambil sesekali menyeka air mata.

Saat ini, Zara juga sedang menjalani masa akhir kehamilan. Kondisi tersebut membuat emosinya terasa lebih sensitif. Namun, pengalaman itu justru membuatnya semakin memahami perjalanan Karla yang digambarkan sebagai penyintas kanker.

Menurut Zara, peran tersebut memberinya pelajaran tentang bagaimana menghadapi keadaan yang tidak selalu mudah. Ia juga merasa karakter Karla mengingatkannya untuk tetap bersyukur dan menerima setiap perjalanan hidup.

"Karla mengajarkan aku banyak hal, terutama tentang bersyukur. Hidup itu sudah ada jalannya, kita tinggal berusaha menerima. Selama kita bersama orang yang tepat, harapan itu akan selalu ada," jelasnya.

| Baca Juga: Perjuangan Adhisty Zara Perankan Pelari Pengidap Kanker di Film Rumah Singgah

Aktivitas promosi film di tengah kehamilan tidak membuat Zara merasa sendirian. Ia mendapat dukungan dari suaminya, Abdullah Tsaqib, serta orang-orang yang terlibat dalam film tersebut.

Kehadiran sutradara Dian Sunu Prasetyo dan para pemain seperti Deva Mahenra, Dewi Irawan, Aming, hingga Ciccio Manassero juga membuat Zara merasa nyaman. Hubungan yang terbangun sejak awal produksi disebutnya membantu menjaga semangat selama proses syuting hingga promosi.

"Semua pemain punya hati yang lembut dan semangat yang sama. Dari pembacaan naskah pertama sudah terasa ketulusannya. Kami selalu bergandengan tangan dan berdoa setiap sebelum mengambil adegan berat," pungkas Zara senyum. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: