VIVIA MEDIA — Sara Wijayanto kembali menambah koleksi tatonya dengan gambar Rahwana yang ditempatkan tepat di atas siku lengan kanan. Sekilas, pilihan tokoh pewayangan itu mungkin terasa cukup tidak biasa.

Namun, bagi Sara, Rahwana bukan sekadar karakter yang dikenal sebagai sosok antagonis dalam kisah pewayangan Jawa.

Melalui unggahan Instagram-nya pada Minggu (23/8/2026), istri Demian Aditya itu menjelaskan makna di balik tato tersebut.

Ia melihat Rahwana sebagai representasi berbagai kekuatan yang hidup dalam diri manusia, termasuk sisi yang saling bertolak belakang.

| Baca Juga: Profil Najma Tsuroyya, Putri Ulama di Tuban yang Kini Jadi Istri Kadam Sidik

Rahwana Bukan Sekadar Tokoh Jahat

Sara memaknai Rahwana sebagai sosok yang berada di antara kekuasaan dan kehancuran, cinta dan obsesi. Baginya, dua hal tersebut bisa hadir bersamaan dalam diri seseorang.

Pandangan itu juga membuat tato Rahwana terasa lebih personal. Sara tidak sedang menjadikan tokoh tersebut sebagai simbol kegelapan, melainkan sebuah pengingat untuk memahami sisi diri yang mungkin selama ini sulit dihadapi.

Yang menarik, ia juga memberikan makna tersendiri pada sepuluh kepala Rahwana. Alih-alih melihatnya sebagai lambang kejahatan, ia menganggapnya sebagai gambaran pikiran yang tidak pernah berhenti dan berbagai hasrat yang terus muncul.

Dengan kata lain, banyaknya kepala tersebut seperti menggambarkan isi kepala manusia yang bisa dipenuhi keinginan, emosi, pertanyaan, hingga dorongan yang berjalan bersamaan.

| Baca Juga: Wulan Guritno Sabet Penghargaan Aktris Terbaik, Isyaratkan 'Mama Mama Pengejar Cinta 2'

Ada Cerita tentang Cinta dan Obsesi

Makna tato itu kemudian mengarah pada satu hal yang cukup personal, yaitu cinta. Sara Wijayanto menggambarkan cinta yang sangat dalam sebagai sesuatu yang bisa terasa seperti takdir.

Namun, ketika perasaan tersebut menjadi terlalu intens, cinta juga dapat berubah menjadi obsesi.

Ia menulis, “Not everything is meant to be possessed. Not everything is meant to be understood.” Menurutnya, tidak semua hal harus dimiliki atau dipahami sepenuhnya. Ada sesuatu yang memang hanya perlu dirasakan.

Sara juga menyinggung tentang orang-orang yang hadir dalam kehidupan seseorang. Tidak semuanya datang untuk menetap. Ada yang justru hadir untuk membangunkan sesuatu dalam diri yang sebelumnya tidak pernah disadari.

| Baca Juga: Mulai Diungkap, Aura Kasih Sebut Sosok Pria yang Mendampinginya Bukan Kekasih Baru

Pemaknaan tersebut terasa menarik jika melihat perjalanan Sara bersama Demian Aditya. Keduanya menikah pada 22 Mei 2014 setelah melewati proses hubungan yang tidak selalu sederhana.

Wanita berusia 47 tahun itu juga pernah mengungkap bahwa dirinya menerima Demian apa adanya, termasuk ketika kondisi ekonomi mereka belum stabil.

Bukan Merangkul Kegelapan

Pada akhirnya, Sara menegaskan bahwa tato Rahwana bukan bentuk dirinya merangkul kegelapan. Justru sebaliknya, tato itu menjadi pengingat untuk mengakui, memahami, lalu mengendalikan sisi gelap dalam diri.

“Cinta yang paling dalam pun tak seharusnya membuat kita kehilangan diri sendiri,” tulisnya.

Kalimat tersebut seolah menjadi inti dari tato barunya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: