Perubahan Spiritual Arya Saloka usai Bintangi Film Munafik: Melawan Iblis
Menariknya, Arya mengaku sempat tidak mengetahui bahwa proyek yang ditawarkan kepadanya adalah sebuah film horor. Ketertarikannya muncul justru setelah ia memahami kedalaman emosional karakter yang akan dimainkannya.
"Jujur, awalnya manajer saya tidak bilang kalau ini film horor. Cuma bilang judulnya 'Munafik'. Saya pikir ini film drama tentang kekerasan dalam rumah tangga atau semacamnya. Begitu dikasih tahu ini horor, saya langsung tertarik," ungkap Arya.
Ia menjelaskan bahwa diskusi dengan sutradara Guntur Soeharjanto dan produser Pak Oswin memantapkan pilihannya. Apalagi saat mendalami karakter Adam, ia merasa ada kedekatan emosional dengannya.
"Dia adalah sosok yang Allah berikan takdir kehilangan, dan itu adalah sesuatu yang akan dialami semua orang. Kita semua pasti akan kehilangan atau ditinggalkan. Lewat film ini, saya belajar proses batinnya yang luar biasa," jelasnya.
Tantangan Berat Pelafalan Ayat Suci Al-Qur'an
Tantangan terbesar yang dirasakan aktor 35 tahun ini bukan pada adegan aksi atau ekspresi ketakutan, melainkan pada ketepatan pelafalan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang digunakan untuk adegan rukyah. Ia mengaku sempat merasa tertekan karena tanggung jawab moral dan teknis yang besar.
"Yang paling membuat saya stres adalah pelafalan ayat-ayat Al-Qur'an. Ini bukan main-main. Mas Dimas Aditya ini adalah 'teman stres' saya selama persiapan. Kami saling menjaga," kata Arya sembari tertawa.
Demi akurasi, Arya dan Dimas Aditya harus kembali belajar dari dasar. Seperti belajar lagi dari Iqra, membenarkan tajwid, panjang pendeknya, dan huruf per hurufnya.Dalam prosesnya, ia dipandu oleh Ustaz Adi yang mendampingi kami terus untuk proses hafalan Quran.
| Baca Juga: Shin Tae-yong Jadi Mentor Dalam Dokumenter Sepak Bola, Ungkap Kunci Jadi Pemain Hebat
"Beliau adalah tim dari Ustaz Faizar dalam hal rukyah. Kami ingin penonton benar-benar merasakan bahwa kami adalah sosok ustaz yang fasih, bukan sekadar akting," tegasnya.
Kedisiplinan 'Grup Rukyah' dan Setoran Subuh
Proses persiapan dilakukan secara intensif. Arya menceritakan adanya rutinitas khusus yang harus dijalani demi mendalami peran ustaz yang kredibel, termasuk pembentukan grup koordinasi khusus.






