Perubahan Spiritual Arya Saloka usai Bintangi Film Munafik: Melawan Iblis
"Setelah salat Subuh, langsung jalan ke tempat Ustaz Adi untuk setor bacaan. Kita juga punya grup khusus, namanya 'Grup Rukyah', isinya cuma saya, Dimas, dan Ustaz Adi. Setiap hari kita wajib setor ayat," tutur Arya.
Ayat-ayat yang harus dihafalkan diambil dari berbagai surah, seperti Al-Hasyr, Al-Mu’minun, dan Al-Baqarah. Arya memiliki metode tersendiri untuk menghafal ayat-ayat tersebut agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam makhraj (tempat keluarnya huruf). Arya mengombinasikan metode visual dan audio.
| Baca Juga: Cara Maxime Bouttier Tampil Lebih 'Brondong' di Series 'Tante Sonya'
"Cara menghafal tiap orang kan beda-beda ya, ada yang lewat pendengaran, ada yang lewat membaca. Kalau saya paling efektif itu dua-duanya. Karena kalau cuma dengar tanpa tahu huruf per huruf dan tajwidnya, bisa salah fatal," paparnya.
Bintang film Lembayung ini mengaku sering mendengarkan rekaman imam besar dunia sebagai referensi.
"Saya biasanya mengikuti irama dari Syekh Sudais atau referensi dari hafidz-hafidz lain seperti Ustaz Adi Hidayat yang bacaannya sangat indah," lanjutnya.
Keberhasilan Arya dan tim dalam menghafal ayat-ayat tersebut terbukti saat proses pascaproduksi. Ia mengungkapkan bahwa suara yang terdengar di film mayoritas adalah suara asli dari lokasi syuting, bukan hasil pengisian suara ulang (dubbing).
"Alhamdulillah, saat proses ADR (Automated Dialogue Replacement), perubahannya minim sekali. Paling hanya perbaikan teknis kalau ada suara bocor di set. Sisanya, bacaan kami hampir murni menggunakan suara saat di lokasi syuting. Tidak ada dubbing penuh. Itu pencapaian yang saya syukuri," jelas Arya. (*)






