Series 'Tante Sonya': Raihaanun Hadirkan Romansa Beda Usia dan Sosok Independent Woman
VIVIA MEDIA — WeTV bersama Rapi Films menghadirkan serial original terbaru berjudul 'Tante Sonya', sebuah adaptasi modern dari film yang pernah populer pada era 1990-an berjudul 'Catatan Harian Tante Sonya' yang akan mulai tayang pada 4 September 2026.
Berbeda dari versi film sebelumnya, kisah tersebut kini dikembangkan menjadi serial dengan total 10 episode dan menghadirkan cerita yang lebih relevan dengan kehidupan serta pandangan generasi masa kini.
Aktris Raihaanun didapuk memerankan karakter utama bernama Sonya, seorang perempuan matang yang terjebak dalam dinamika cinta dan prinsip hidup yang kuat. Sonya yang mungkin terlihat dingin atau sering dianggap 'jual mahal'.
"Bagi saya, Sonya punya alasan kuat mengapa dia bersikap seperti itu. Penonton akan melihat alasannya secara bertahap dalam 10 episode yang ada," ujar Raihaanun saat ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).
| Baca Juga: Agnez Mo Direkomendasikan Fans Jadi Psylocke di X-Men, Begini Responsnya untuk Marvel
Dinamika Cinta Dua Generasi
Aktris 38 tahun ini juga berbagi pandangannya mengenai kerja sama dengan dua lawan main pria yang mewakili generasi berbeda, yaitu Hamish Daud dan Maxime Bouttier. Ia menegaskan bahwa perbedaan usia tidak menjadi penghalang berkat keterbukaan para pemain dan arahan sutradara yang tepat.
"Perbedaan chemistry di adegan, sebenarnya tidak ada kesulitan yang berarti. Semuanya terasa mudah karena Maxime sangat terbuka dalam membangun bond tersebut. Begitu juga dengan Hamish. Dan yang paling penting, Mas Ardy (sutradara) membuat kolaborasi ini terasa ringan," kata Raihaanun.
Bintang film Perempuan Pembawa Sial ini menambahkan bahwa proses syuting berjalan tanpa beban meski cerita mengangkat isu age gap yang sensitif.
"Kami menjalankan peran masing-masing tanpa ada tekanan, meskipun ada perbedaan usia (age gap) yang cukup jauh di dalam cerita. Semuanya mengalir begitu saja," ujar pemilik nama asli Siti Hafar Raihaanun Nabilla.
| Baca Juga: Adhisty Zara Persembahkan Film Rumah Singgah untuk Sang Kakek
Cinta Tidak Mengenal Batas Usia
Febriamy Hutapea, Executive Producer & Country Head WeTV Indonesia mengatakan, keputusan mengangkat kembali cerita Tante Sonya tidak semata-mata karena kisah cinta beda usia.
Menurutnya, perbedaan usia dalam hubungan hanya menjadi pintu masuk menuju cerita tentang keberanian seorang perempuan untuk kembali menentukan kebahagiaannya.
"Saat cinta itu datang, tidak pernah bertanya berapa nomor usia di KTP Anda. Sudah saatnya kita berhenti percaya pada stigma batasan usia bagi perempuan," tegas Febriamy.
Ia menambahkan bahwa sudah waktunya masyarakat berhenti memberikan batasan kepada perempuan berdasarkan usia. Menurutnya, setiap perempuan memiliki hak untuk mencintai, dicintai, dan memulai kembali kehidupannya pada usia berapa pun.
Dalam serial tersebut, WeTV ingin menghadirkan sudut pandang independent woman atau perspektif yang lebih berani mengenai perempuan dan pilihan hidupnya. Platform tersebut juga berharap 'Tante Sonya' dapat diterima tidak hanya oleh penonton Indonesia, tetapi juga oleh penonton internasional.
"Setiap perempuan berhak dicintai dan mencintai kembali di usia berapapun. 'Tante Sonya' adalah pintu masuk untuk melihat keberanian seorang perempuan menemukan kembali kebahagiaannya. Kami ingin mengeksplorasi karakter dengan sudut pandang yang lebih berani," lanjutnya.
Penyegaran Total, Transformasi dari Film ke Serial
Produser Rapi Films, Sunil Samtani, menjelaskan tantangan dalam menggarap proyek ini. Alih-alih hanya membuat ulang (remake), tim produksi memutuskan untuk melakukan penyegaran total (reboot) agar relevan dengan audiens generasi sekarang.
"Sebenarnya ide ini berawal dari benang merah 'Catatan Harian Tante Sonya'. Saat saya berdiskusi dengan Ardy (Sutradara) dan pihak WeTV, kami sepakat bahwa cerita ini sudah cukup lama. Jadi, tantangannya adalah bagaimana menjadikannya bukan sekadar remake, tapi sebuah reboot. Kita buat lebih up-to-date untuk generasi sekarang," kata Sunil.
| Baca Juga: Kenangan Tampil di Operet, Titi Kamal Jadi Ratu Bidadari di Film Oki dan Nirmala
Sutradara Surya Ardy memberikan perspektif lebih dalam mengenai muatan pesan dalam serial ini. Ia menekankan bahwa Tante Sonya bukan sekadar drama perselingkuhan biasa, melainkan kritik terhadap norma sosial yang sering memojokkan perempuan.
"Jika ada yang mengira series ini hanya mengangkat tentang perselingkuhan atau affair antara bos dan anak buah, sebenarnya bukan itu fokus utamanya. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bahwa perempuan memiliki kebebasan untuk memilih jalannya sendiri," tegas Surya Ardy.
Ia menyoroti bagaimana masyarakat sering memberikan label negatif kepada perempuan yang belum menikah di usia tertentu.
"Di masyarakat kita, seringkali ada stigma bahwa tujuan akhir perempuan haruslah menikah. Jika belum menikah di usia tertentu, dicap 'perawan tua' atau 'tidak laku'. Melalui 'Tante Sonya', kami ingin mendobrak stigma itu," jelasnya lagi.
| Baca Juga: Film 'Beautiful Pain' Jadi Debut Nikita Mirzani sebagai Produser Eksekutif
Serial Tante Sonya mengisahkan romansa beda usia antara Sonya (Raihaanun), seorang wanita karier sukses berusia 42 tahun yang menduduki posisi strategis di Dermawan Group.
Hidupnya berubah saat ia bertemu dengan Ben (Maxime Bouttier), pemuda berusia 28 tahun yang menjadi bawahannya di kantor. Keduanya ternyata memiliki tautan masa lalu; delapan tahun silam, Sonya pernah menolong Ben di masa-masa terburuk hidupnya. Pertemuan kembali ini memicu konflik asmara dan pilihan hidup yang emosional. (*)







