Heboh Kasus Orang Hilang di Jeju, Seorang WNI Pernah Ungkap Dugaan Perdagangan Manusia
VIVIA MEDIA — Pulau Jeju di Korea Selatan tengah dihebohkan dengan penemuan empat jenazah orang hilang. Keempatnya ditemukan dalam rentang waktu tiga hari, yakni pada 22 hingga 24 Agustus 2026.
Kasus tersebut turut menarik perhatian masyarakat Indonesia karena seorang WNI (Warga Negara Indonesia) sempat membongkar dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan sesama WNI di Jeju.
Dilansir Vivia Media dari unggahan akun X @liilililil1lili, Rabu (26/8/2026), ia membagikan tangkapan layar komentar akun Instagram @kioyyx_ yang bertanya tentang cara melaporkan dugaan TPPO kepada pihak berwajib.
"Bagaimana cara melaporkan kasus yang diduga sebagai TPPO yang terjadi di Seogwipo (kota di Jeju)? Ke lembaga mana saya harus menghubungi? Korbannya sangat banyak, jadi saya ingin melaporkannya secepat mungkin," tulis akun tersebut.
| Baca Juga: Skandal Polisi di Jeju: Dari Ratusan Laporan Orang Hilang Hingga Rentetan Penemuan 4 Jenazah
Pemilik akun @kioyyx_ mengaku sudah melapor ke kantor Imigrasi Jeju melalui email. Namun ia diminta menunggu karena laporan akan dijawab sesuai urutan.
Ia juga telah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan. Namun lembaga itu tidak bisa langsung bertindak karena mereka hanya bisa menangani laporan yang dikirimkan langsung oleh korban.
Sayangnya, kebanyakan korban tidak berani buka suara karena mereka berstatus tinggal ilegal.
Si pemilik akun juga sudah melapor ke kepolisian Indonesia. Mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa karena kasusnya melintasi batas negara.
Mirisnya, menurut pengakuan akun @kioyyx_, pelaku TPPO juga merupakan WNI yang tinggal di Jeju. Mereka merekrut orang-orang di Indonesia dan meminta biaya 7 juta won (Rp89 juta) dengan jaminan akan mendapat pekerjaan di sana.
| Baca Juga: Polda Jatim Akan Periksa Dilan Janiyar dan Belasan Selebgram Terkait Kasus Arisan Bodong Rp71 Miliar
"Sementara itu, saya tahu korban-korban baru terus berdatangan, jadi saya sangat khawatir. Sudah ada lebih dari ratusan orang datang ke Jeju untuk bekerja secara ilegal," ungkap akun tersebut.
1 2







