Jadi Pria Red Flag di Series 'Tante Sonya', Hamish Daud Sebut Aslinya dia Green Flag
VIVIA MEDIA — Aktor Hamish Daud kembalinya ke dunia seni peran melalui proyek serial terbaru bertajuk Tante Sonya. Serial produksi kolaborasi Rapi Films dan WeTV Indonesia ini dijadwalkan akan tayang perdana pada 4 September 2026.
Dalam serial ini, Hamish memerankan karakter Martin, seorang pria dari kalangan kelas atas yang terjebak dalam dinamika cinta segitiga yang rumit.
Serial ini merupakan adaptasi modern atau reboot dari film populer era 1994 yang berjudul Catatan Harian Tante Sonya. Kehadiran Hamish Daud menjadi salah satu daya tarik utama, mengingat ini adalah debutnya bermain dalam format serial web.
Peran Martin: Karakter Berkelas yang 'Menyebalkan'
Hamish Daud menjelaskan bahwa tokoh Martin yang ia perankan memiliki posisi sentral dalam konflik cerita. Martin dikisahkan terlibat persaingan asmara untuk memperebutkan hati Sonya (Raihaanun).
| Baca Juga: Cara Maxime Bouttier Tampil Lebih 'Brondong' di Series 'Tante Sonya'
"Di series ini saya memerankan Martin. Karakter saya terlibat dalam sebuah cinta segitiga yang cukup rumit bersama Sonya dan satu orang lagi di sini. Hubungan kami ini nantinya akan menjadi salah satu pusat konflik dalam cerita," ujar Hamish Daud saat ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).
Saat disinggung mengenai persaingannya dengan karakter Ben yang diperankan oleh Maxime Bouttier—yang secara usia lebih muda—Hamish menanggapinya dengan kelakar. Namun, ia menekankan bahwa Martin memiliki sisi unik sebagai "pahlawan" menurut versinya sendiri.
"Wah, kalau harus melawan Ben yang lebih ganteng dan muda, secara kompetisi mungkin Martin kalah ya. Tapi ini menarik," ujar Hamish.
"Karakter Martin di sini sedikit menyebalkan, tapi dia datang untuk mencoba menjadi 'pahlawan' dalam ceritanya sendiri dan semakin berkembang," sambungnya.
| Baca Juga: Series 'Tante Sonya': Raihaanun Hadirkan Romansa Beda Usia dan Sosok Independent Woman
Eksplorasi Karakter 'Red Flag' dan Tantangan Akting
Salah satu poin yang mencuri perhatian adalah label red flag yang melekat pada karakter Martin. Hamish mengungkapkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya memerankan karakter dengan sifat yang dianggap toksik oleh masyarakat modern.
Aktor 46 tahun ini menilai sifat Martin muncul karena latar belakang status sosialnya.
"Uh, pertama kali jadi karakter red flag. I mean, ini kan bukan salah si Martin ya. Dia kan dari keluarga yang berada, terus situasi yang kayak mungkin enggak banyak aku pikirin," jelas Hamish.
"Jadi dia kayak mungkin cuek aja. Sebenarnya dia orangnya berkelas, pendidikan tinggi, cuma dia enggak mungkin tanpa dia mikir jadi di-label sebagai red flag," urai Hamish.
| Baca Juga: Perankan Karakter Serupa di Film Munafik, Aktris Malaysia Nabila Huda Puji Acha Septriasa
Ketika ditanya mengenai kemiripan karakter Martin dengan kepribadian aslinya di dunia nyata, Hamish secara singkat menjawab sembari bercanda,
"Dengan saya? Green flag, ya. Green flag," tegasnya.
Terkait tantangan teknis selama proses syuting, Hamish menyebutkan adegan emosional yang melibatkan kekerasan fisik terhadap properti sebagai salah satu yang paling berkesan. Ia harus mendalami emosi keputusasaan dalam kondisi mabuk.
"Adegan gedor-gedor pintu itu lumayan menguras energi. Saya harus berakting menjadi orang yang sedikit putus asa (desperate) dan dalam kondisi mabuk," ungkap Hamish.
| Baca Juga: Pulang Kampung ke Indonesia, Agnez Mo Antusias Pamer Hadiah Kerambit dari Fans
Meski secara emosional adegan itu cukup berat, namun bapak satu anak ini mengaku melakukannya tidak terasa terlalu sulit karena bantuan tim produksi.
"Saya bisa bekerja dengan sangat lancar. Arahan dari Bang Ardy (sutradara Surya Ardy) sangat membantu kami semua. Kerja sama antara kru dan pemain sangat cepat dan efisien, jadi adegan yang sulit pun bisa teratasi dengan baik," tutup Hamish. (*)






