Perankan Karakter Serupa di Film Munafik, Aktris Malaysia Nabila Huda Puji Acha Septriasa
Nabila juga tidak ragu memberikan pujian akting bagi Acha Septriasa. Ia bahkan merasa Acha mampu memberikan performa yang jauh melampaui dirinya.
"Acha adalah seorang pelakon yang sungguh hebat, seorang pelakon yang berpengalaman dan sudah semestinya saya mengikuti perkembangan Acha walaupun saya di Malaysia," puji Nabila.
"Saya percaya dia ada sisi yang berbeda untuk memainkan watak Maria yang di Malaysia sebagai Fitri (versi Indonesia). Saya tengok dari pembikinan di belakang tabir semua. Saya percaya she is better than me," ungkapnya lagi sambil tertawa.

Nostalgia Adegan Mukena Hitam yang Ikonik
Membicarakan Munafik membawa Nabila kembali pada kenangan syuting versi Malaysia yang sangat menantang. Film tersebut bukan hanya debut horor baginya, tetapi juga karya yang mengantarkannya meraih beberapa penghargaan.
Seperti Pelakon Wanita Terbaik di Festival Film Malaysia ke 28. Ia juga dinominasikan untuk Kategori Aktor Terbaik (Film) di Anugerah Skrin 2016 dan MeleTOP Movie Star di MeleTOP Era Awards 2017 melalui film yang sama.
"Pertama sekali, Munafik itu sangat istimewa di hati saya karena itu adalah film horor pertama. Karena film itu saya memenangi anugerah pertama saya sebagai Pelakon Wanita Terbaik di Festival Film Malaysia. Jadi watak Maria itu adalah satu watak yang sangat-sangat berkesan buat saya," kenang Nabila.
Ia menceritakan bahwa adegan paling tak terlupakan adalah adegan ikonik yang melibatkan mukena berwarna hitam, yang hingga kini masih menjadi perbincangan penggemar film horor.
| Baca Juga: Series 'Tante Sonya': Raihaanun Hadirkan Romansa Beda Usia dan Sosok Independent Woman
"Memori yang paling-paling saya tidak boleh lupa adalah scene di mana saya bertelekung pakai mukena warna hitam itu. Itu adalah scene yang paling-paling ikonik bagi saya, yang memang susah untuk dibikin," jelasnya.
Ikut Merasakan Kesulitan Para Pemeran Indonesia
Nabila mengaku bahwa melihat proses syuting film Munafik: Melawan Iblis membuatnya teringat kembali akan perjuangan berat saat produksi film aslinya. Ia bisa merasakan apa yang dialami oleh para aktor Indonesia dalam proyek ini.







