Jalan karier mereka pun tidak berjalan sesuai rencana. Setelah kehilangan pekerjaan di masa pandemi, apa yang semula hanya konten iseng di media sosial berubah menjadi sumber penghidupan.

Sasha meninggalkan pekerjaan kantoran sekitar 2024, sedangkan Adi lebih dulu keluar karena aturan perusahaan yang melarang pasangan bekerja di lingkungan sama.

| Baca Juga: Ini 7 Cara Kreator Mengubah Kreativitas Menjadi Penghasilan dengan Bantuan AI

Kini keduanya menjalani hidup sebagai full time freelancer dan content creator, dengan penghasilan yang tidak selalu berbentuk uang, melainkan juga produk kebutuhan rumah tangga.

Meski begitu, mereka tidak ingin publik menganggap semua anak muda harus meninggalkan pekerjaan tetap demi menjadi content creator. Bagi mereka, mengenali diri sendiri harus menjadi langkah pertama sebelum terjun ke media sosial, agar tidak mudah goyah oleh komentar maupun tren yang datang silih berganti.

Mereka pun menekankan pentingnya tanggung jawab di balik setiap konten yang dibagikan, termasuk kerja sama dengan brand yang tetap disesuaikan dengan pengalaman pribadi, bukan sekadar hard selling.

Lima tahun pernikahan dan enam tahun membangun konten bersama membuat Sasha dan Adi memahami bahwa keseimbangan tidak selalu berarti membagi waktu secara merata.

| Baca Juga: Nadine Chandrawinata Ungkap Pola Asuh Anak Bareng Dimas Anggara

Ada waktu untuk pekerjaan, anak, pasangan, dan diri sendiri, sebelum akhirnya kembali bertemu di titik yang sama: rumah.

Di sanalah, kata mereka, arti keseimbangan sesungguhnya ditemukan, bukan selalu bersama, melainkan selalu punya alasan untuk kembali. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: