Kisah dari Rumah 'Istimewa' Dibawakan Para Penyandang Disabilitas ke Layar Lebar
Sebelum menjalani syuting, keempat pemain tersebut mengikuti sejumlah persiapan. Mereka mendapat kelas akting selama 10 hari dan menghabiskan waktu sekitar satu bulan untuk membangun chemistry.
Proses pendalaman karakter terasa cukup dekat bagi mereka. Pasalnya, cerita Istimewa memiliki hubungan dengan kehidupan anak-anak di Rumah Manis Istimewa.
"Kurang lebih jadi diri sendiri, karena ini kisahnya kami juga yang ada di cerita ini. Kisahnya yayasan Rumah Manis Istimewa," kata Niatus.
Menurut Niatus, film tersebut juga memperlihatkan proses perubahan yang dialami anak-anak di yayasan. Mereka yang awalnya memiliki keterbatasan dalam berbagai hal perlahan berkembang dan memiliki kemampuan baru.
| Baca Juga: Perankan Karakter Serupa di Film Munafik, Aktris Malaysia Nabila Huda Puji Acha Septriasa
"Jadi di yayasan ini benar-benar terbentuk yang tadinya belum bisa, banyak yang udah bisa," ujarnya.
Disutradarai Ruben Adrian dan diproduksi Kairos Pictures, Istimewa berkisah tentang lima anak disabilitas, yakni Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul. Mereka tinggal bersama di sebuah rumah singgah dengan pendampingan Pak Mahendra yang diperankan Mathias Muchus dan Mbak Kinan yang dimainkan Yanni Melwani.
Kehidupan mereka berubah ketika Pak Mahendra yang selama ini menjadi sandaran tiba-tiba menghilang. Kelima anak tersebut kemudian memutuskan keluar dari rumah untuk mencari keberadaannya.
Perjalanan itu mempertemukan mereka dengan berbagai persoalan dan orang-orang baru. Dari pengalaman tersebut, mereka menghadapi sejumlah perubahan sekaligus belajar tentang keberanian, persahabatan, kehilangan, dan kehidupan.
Film Istimewa melibatkan enam anak penyandang disabilitas sebagai pemeran utamanya. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Mathias Muchus, Agus Kuncoro, dan Yanni Melwani. Istimewa sendiri direncanakan akan tayang pada 17 Septembere mendatang. (*)







