VIVIA MEDIA — Dunia layar lebar menjadi pengalaman baru bagi Rein, Bambang Kurniawan, Zulfadli Aldiansyah, dan Niatus Sholihah. Keempat penyandang disabilitas itu dipercaya bermain dalam film 'Istimewa' dengan karakter yang memiliki kedekatan dengan kehidupan mereka.

Rein memerankan Ken, Bambang sebagai Bimo, Zulfadli menjadi Aldo, sedangkan Niatus memainkan Nita. Mereka merupakan bagian dari komunitas Rumah Manis Istimewa yang menjadi salah satu sumber cerita dalam film tersebut.

Kesempatan bermain film datang dengan cerita berbeda bagi masing-masing pemain.

Zulfadli, misalnya, mendapat tawaran langsung dari Mansuri yang mereka panggil Ayah. Sosok tersebut merupakan pembina Rumah Istimewa sekaligus orang yang mengenal keseharian mereka.

| Baca Juga: Mathias Muchus Belajar Makna 'Istimewa' Saat Beradu Akting dengan Penyandang Disabilitas

Tanpa banyak pertimbangan, Zulfadli langsung menerima tawaran tersebut. Keinginan untuk bermain film memang sudah lama ada dalam dirinya.

"Saya cita-cita dari kecil," ujar Zulfadli.

Sebelum masuk ke produksi film layar lebar, Zulfadli aktif dalam berbagai kegiatan seni. Ia pernah membaca puisi dan bermain teater. Pada 2023, ia juga sempat terlibat dalam film untuk festival.

Namun, Istimewa memberikan pengalaman berbeda. Untuk pertama kalinya, ia bermain dalam film yang dipersiapkan untuk penonton bioskop.

| Baca Juga: Ajil Ditto Menangis Saat Beradu Akting Dengan Anak Disabilitas di Film Istimewa

Cerita lain datang dari Niatus. Sebelum bermain film, ia sudah terbiasa tampil di depan kamera sebagai content creator. Konten yang dibuatnya beragam, mulai dari makeup, drama hingga akting.

Karena itu, kamera bukan hal yang asing bagi Niatus. Meski demikian, kesempatan bermain sebagai salah satu pemeran utama dalam film layar lebar tetap membuatnya terkejut.

"Ya awalnya kaget dan enggak nyangka bisa ditawarinnya main film di layar lebar, sekaligus menjadi pemeran utama di film ini," kata Niatus.

Bambang memiliki pengalaman yang lebih panjang di dunia film. Istimewa menjadi film ketiganya setelah sebelumnya bermain dalam Sekawan Limo.

| Baca Juga: Bukan Nama Besar, Jack Barton Jadi Kandidat Terkuat di Shortlist Pemeran James Bond

Meski begitu, Bambang sempat memikirkan tawaran tersebut. Ia selama ini lebih banyak membuat konten komedi, sedangkan karakter Bimo dalam Istimewa memiliki sisi emosional yang berbeda.

"Karena kan aku kan komedi kan. Di konten-kontenku komedi, terus dapat peran kayak gini..." ujarnya.

Setelah mengetahui cerita yang diangkat dari kisah nyata, Bambang akhirnya mantap ikut bermain.

"Karena kisahnya nyata ya, ya sudahlah aku terima, gitu. Dan alhamdulillah, ya..." katanya.

Sementara itu, Rein mendapat tawaran dengan cara yang tidak terduga. Ia awalnya menerima komentar di Instagram yang menanyakan kesediaannya bermain film.

"Saya ditawarinnya lewat komen Instagram. Ditawarin... Kayak bercanda nawarinnya, 'Nak, mau main film enggak?' Terus saya jawab, 'Mau.' Terus habis itu hilang beberapa saat, terus tiba-tiba ditelepon," tutur Rein.

Rein yang lebih banyak berkegiatan di bidang musik mengira tawaran tersebut hanya candaan. Ia baru menyadari keseriusannya ketika mendapat telepon.

"Saya kira bercanda kan, ternyata ditelepon beneran akhirnya. Jujur agak kaget," ujarnya.

| Baca Juga: Fanny Kondoh Puji Denny Sumargo 'Hidupkan' Mendiang Suami di Film 'Baby Udon'

Sebelum menjalani syuting, keempat pemain tersebut mengikuti sejumlah persiapan. Mereka mendapat kelas akting selama 10 hari dan menghabiskan waktu sekitar satu bulan untuk membangun chemistry.

Proses pendalaman karakter terasa cukup dekat bagi mereka. Pasalnya, cerita Istimewa memiliki hubungan dengan kehidupan anak-anak di Rumah Manis Istimewa.

"Kurang lebih jadi diri sendiri, karena ini kisahnya kami juga yang ada di cerita ini. Kisahnya yayasan Rumah Manis Istimewa," kata Niatus.

Menurut Niatus, film tersebut juga memperlihatkan proses perubahan yang dialami anak-anak di yayasan. Mereka yang awalnya memiliki keterbatasan dalam berbagai hal perlahan berkembang dan memiliki kemampuan baru.

| Baca Juga: Perankan Karakter Serupa di Film Munafik, Aktris Malaysia Nabila Huda Puji Acha Septriasa

"Jadi di yayasan ini benar-benar terbentuk yang tadinya belum bisa, banyak yang udah bisa," ujarnya.

Disutradarai Ruben Adrian dan diproduksi Kairos Pictures, Istimewa berkisah tentang lima anak disabilitas, yakni Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul. Mereka tinggal bersama di sebuah rumah singgah dengan pendampingan Pak Mahendra yang diperankan Mathias Muchus dan Mbak Kinan yang dimainkan Yanni Melwani.

Kehidupan mereka berubah ketika Pak Mahendra yang selama ini menjadi sandaran tiba-tiba menghilang. Kelima anak tersebut kemudian memutuskan keluar dari rumah untuk mencari keberadaannya.

Perjalanan itu mempertemukan mereka dengan berbagai persoalan dan orang-orang baru. Dari pengalaman tersebut, mereka menghadapi sejumlah perubahan sekaligus belajar tentang keberanian, persahabatan, kehilangan, dan kehidupan.

Film Istimewa melibatkan enam anak penyandang disabilitas sebagai pemeran utamanya. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Mathias Muchus, Agus Kuncoro, dan Yanni Melwani. Istimewa sendiri direncanakan akan tayang pada 17 Septembere mendatang. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: