Selena Gomez Minta Gugatan Dugaan Penipuan Wondermind Dihentikan
VIVIA MEDIA — Selena Gomez kini mengambil langkah hukum setelah namanya terseret dalam gugatan investor Wondermind.
Pada Rabu (26/8/2026), tim hukum penyanyi sekaligus aktris tersebut mengajukan permohonan agar gugatan dugaan penipuan terhadap dirinya dihentikan.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari gugatan yang sebelumnya diajukan investor Wondermind pada 13 Agustus 2026.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi dengan perusahaan kesehatan mental yang ikut didirikan Selena itu?
| Baca Juga: Kronologi Runner-up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Minta Korban Aborsi
Wondermind merupakan perusahaan rintisan yang bergerak di bidang kesehatan mental dan mental fitness. Selena mendirikannya bersama sang ibu, Mandy Teefey, serta pengusaha Daniella Pierson.
Perusahaan ini awalnya diposisikan sebagai ekosistem kesehatan mental yang ingin membantu masyarakat lebih terbuka membicarakan kondisi psikologis.
Wondermind juga sempat menjanjikan berbagai proyek, mulai dari aplikasi hingga kerja sama iklan dan konten bersama figur terkenal.
Namun, bisnis tersebut kemudian menghadapi masalah keuangan dan operasional. Menurut laporan Forbes, menyebut Wondermind mengalami krisis kas hingga kesulitan membayar karyawan.
| Baca Juga: Blake Lively Menang, Justin Baldoni Harus Ganti Rugi Biaya Hukum Rp6 Miliar
Sekitar dua pertiga stafnya bahkan dilaporkan terkena pemutusan hubungan kerja.
Investor kemudian mengklaim baru mengetahui kondisi tersebut setelah laporan The Cut pada 2025 mengungkap persoalan internal perusahaan.
Investor Sebut Rp19 Miliar Tak Kembali
Dalam gugatan yang diajukan di pengadilan federal Delaware, dua perusahaan investor, Wondermind SRS 44 LLC dan Bespoke Wondermind LLC, mengaku menanamkan sekitar 1,2 juta dolar AS atau lebih dari Rp19 miliar ke Wondermind pada 2022.
| Baca Juga: Ini Kata Vilmei soal Kasus Pencurian Rp1,2 Miliar oleh Karyawan Dituduh Settingan
Investor juga menyoroti posisi Selena yang disebut dapat membantu pemasaran perusahaan lewat popularitas dan pengaruh media sosialnya.
Mereka menuduh sejumlah rencana yang dijanjikan tidak pernah terealisasi, termasuk aplikasi.
Dalam gugatan, investor bahkan menyebut perusahaan telah diam-diam telah mengalami keruntuhan sementara mereka tidak mendapat informasi memadai mengenai kondisi tersebut.
Selena Bantah Bertanggung Jawab Mengelola Perusahaan
Kini, tim hukum Selena punya versi berbeda.
| Baca Juga: Pemeran Ikonik Pennywise 'IT', Tim Curry Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
Dalam dokumen pengajuan pada 26 Agustus 2026, pengacara Mathew S. Rosengart menegaskan Selena memang berinvestasi dan memiliki saham minoritas, tetapi tidak pernah menyetujui untuk mengelola Wondermind.
Menurut dokumen tersebut, pengelolaan perusahaan berada di tangan Mandy Teefey dan Daniella Pierson yang ketika itu bertindak sebagai co-CEO. Selena sendiri disebut berperan sebagai konsultan dengan jabatan Chief Impact Officer.
Rosengart menyebut tuduhan terhadap kliennya "sepenuhnya tidak berdasar, bahkan cenderung sembrono"
"Anggapan bahwa Selena melakukan 'penipuan' atau pelanggaran lainnya adalah sesuatu yang tidak masuk akal" ujar Rosengart, dikutip People 26 Agustus 2026.
| Baca Juga: Empat Kali Terjerat Narkoba, Revaldo Fifaldi Mengaku Khilaf
Tim hukum Selena juga mempertimbangkan langkah lain, termasuk kemungkinan meminta sanksi terhadap pihak penggugat karena dinilai memasukkan Selena secara tidak semestinya dalam perkara tersebut.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Untuk saat ini, Selena belum dinyatakan bersalah melakukan penipuan. Gugatan investor masih berjalan dan permohonan Selena untuk menghapus dirinya dari perkara tersebut juga masih menunggu keputusan pengadilan. (*)







