"Manajemen waktu, karena syuting kan terjadwal ya. Maksudnya kita harus di-set jam berapa, terus berarti sebelumnya harus udah persiapan, prepare, udah makan, segala macam. Itu yang... itu yang susah sih," katanya.

Syuting Istimewa berlangsung di Bogor selama 15 hari efektif. Dalam prosesnya, para pemain mendapat suasana kerja yang berbeda dari produksi film pada umumnya.

Menahan Emosi

Rein mengatakan lingkungan syuting dibuat lebih nyaman dan kekeluargaan. Kesalahan atau pengulangan adegan tidak disikapi dengan kemarahan.

| Baca Juga: Nostalgia 2000-an! 'How to Lose a Guy in 10 Days' Siapkan Sekuel Setelah 23 Tahun

"Enggak boleh marah-marah di situ," ujarnya.

Niatus membenarkan hal tersebut. Ketika harus mengulang adegan berkali-kali, mereka tetap mendapatkan arahan dengan pendekatan yang halus.

"Minta ulang berkali-kali kami tetap di-halus-halusi," kata Niatus.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan utama yang dihadapi sebagian pemain bukan hanya kemampuan berakting.

Pendekatan itu pula yang membuat Rein, Bambang, Zulfadli, dan Niatus perlahan bisa menemukan cara mereka sendiri dalam memerankan karakter di Istimewa. Bagi mereka, pengalaman tersebut bukan hanya soal belajar menjadi pemain film, tetapi juga belajar percaya diri di depan kamera. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: