Bukan Soal Akting, Ini Tantangan Rein, Fadli, Bambang dan Niatus Tampil di Film 'Istimewa'
VIVIA MEDIA — Berada di depan kamera ternyata bukan satu-satunya tantangan bagi Rein, Bambang Kurniawan, Zulfadli Aldiansyah, dan Niatus Sholihah saat menjalani syuting film Istimewa.
Keempat pemain tersebut harus beradaptasi dengan ritme produksi film, mendalami karakter, sekaligus membangun rasa percaya diri. Apalagi, sebagian dari mereka belum pernah menjalani proses syuting film layar lebar.
Niatus yang aktif sebagai content creator mengaku harus mengubah kebiasaannya ketika masuk ke produksi film. Jika membuat konten akting bisa dilakukan dengan lebih santai, film menuntut pemain untuk benar-benar memahami karakter dan situasi dalam cerita.
"Kesulitannya adaptasi antara akting. Caranya bisa menyesuaikan dengan layar terbesar, terus juga menjiwainya harus bagus, kayak gitu. Kalau di dunia content creator kan hanya sebatas kayak main-main ya. Kalau di film kan harus benar-benar kayak harus nyata, gitu," kata Niatus.
| Baca Juga: Kisah dari Rumah 'Istimewa' Dibawakan Para Penyandang Disabilitas ke Layar Lebar
Dapat Kelas Akting
Karena itu, mereka tidak langsung dilepas untuk menjalani proses syuting. Sebelum kamera mulai merekam, keempatnya mengikuti kelas akting efektif selama 10 hari.
Waktu tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk membangun chemistry di antara para pemain. Secara keseluruhan, mereka berkumpul sekitar satu bulan selama masa persiapan.
Rein yang memiliki latar belakang musik juga menemukan tantangan tersendiri. Meski beberapa kali tampil dalam video klip, ia tetap harus melakukan pendalaman karakter untuk kebutuhan film.
"Kalau misalnya menurutku yang susah satu: pendalaman karakter ya, pendalaman karakter," ujar Rein.
| Baca Juga: Mathias Muchus Belajar Makna 'Istimewa' Saat Beradu Akting dengan Penyandang Disabilitas
Menurut Rein, tantangan lain justru datang dari hal yang terlihat sederhana, yakni mengikuti jadwal produksi.
"Manajemen waktu, karena syuting kan terjadwal ya. Maksudnya kita harus di-set jam berapa, terus berarti sebelumnya harus udah persiapan, prepare, udah makan, segala macam. Itu yang... itu yang susah sih," katanya.
Syuting Istimewa berlangsung di Bogor selama 15 hari efektif. Dalam prosesnya, para pemain mendapat suasana kerja yang berbeda dari produksi film pada umumnya.
Menahan Emosi
Rein mengatakan lingkungan syuting dibuat lebih nyaman dan kekeluargaan. Kesalahan atau pengulangan adegan tidak disikapi dengan kemarahan.
| Baca Juga: Nostalgia 2000-an! 'How to Lose a Guy in 10 Days' Siapkan Sekuel Setelah 23 Tahun
"Enggak boleh marah-marah di situ," ujarnya.
Niatus membenarkan hal tersebut. Ketika harus mengulang adegan berkali-kali, mereka tetap mendapatkan arahan dengan pendekatan yang halus.
"Minta ulang berkali-kali kami tetap di-halus-halusi," kata Niatus.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan utama yang dihadapi sebagian pemain bukan hanya kemampuan berakting.
Pendekatan itu pula yang membuat Rein, Bambang, Zulfadli, dan Niatus perlahan bisa menemukan cara mereka sendiri dalam memerankan karakter di Istimewa. Bagi mereka, pengalaman tersebut bukan hanya soal belajar menjadi pemain film, tetapi juga belajar percaya diri di depan kamera. (*)







