Pagelaran Seni dari Guruh Sukses Kumpulkan Rp200 Juta Untuk Penyintas Kanker
Ada satu kegelisahan yang hingga kini masih dirasakan Guruh. Ia melihat masih banyak anak-anak Indonesia yang justru belum mengenal negeri dan kebudayaannya sendiri.
Kegelisahan itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan Guruh tetap konsisten menghadirkan seni dan budaya dalam berbagai kesempatan. Baginya, seni tradisi bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan identitas bangsa kepada generasi muda.
| Baca Juga: Generasi Muda Diajak Mengenal Sastrawan-Sutradara Asrul Sani Lewat Pameran
Lewat pagelaran 'Untuk Indonesia', pesan tersebut diterjemahkan dalam sebuah pertunjukan yang sarat nuansa Nusantara.
Nuansa Bali terasa begitu kuat. Alunan gamelan, gong kebyar, tarian, hingga atmosfer pertunjukan yang kental dengan budaya Dewata membawa penonton seolah menikmati perjalanan ke tengah kekayaan tradisi Indonesia.

Pertunjukan yang diselenggarakan Elang Production itu juga diperkaya dengan Kidung Bali, Tari Gandrung, Gema Indonesia, hingga penampilan sejumlah musisi, termasuk penyanyi Marcell Siahaan.
Para seniman lintas generasi juga turut ambil bagian. Mereka di antaranya Kinarya GSP, Putri GSP, Gema Indonesia dan I Ketut Gunawan Sandika.
| Baca Juga: Barack Obama Bakal Jadi Host Podcast, Cerita Soal Buku-Buku yang Berpengaruh Untuknya
Penampilan tersebut semakin lengkap dengan kehadiran para gadis sampul seperti Starrisya Andhita, Fae Bernice Robin, Jane Callista dan Kacamelyv Prakaca. Ada pula penampilan khusus Melvina Patricia, penyintas kanker yang kini telah pulih.
Di belakang panggung, musik pertunjukan diperkuat Willy Aviantara, musisi sekaligus produser musik profesional yang telah belasan tahun berkecimpung di dunia seni pertunjukan, konser, teater hingga perfilman.
Tak hanya menikmati pertunjukan, para tamu juga diajak terlibat langsung dalam aksi sosial melalui lelang amal. Berbagai wastra atau kain tradisional karya Guruh Sukarno Putra dilelang. Ada pula wastra anak-anak penyintas kanker serta berbagai karya dari Ndara Pearls.
Sejumlah barang pribadi milik Guruh juga ikut dilelang. Mulai kain songket Sumatera, pakaian batik hingga berbagai benda seni yang memiliki nilai historis dan kebanggaan tersendiri bagi para kolektor.



