VIVIA MEDIA — Zara Larsson tidak ingin perjalanan panjangnya di industri musik diringkas sebagai kisah seorang 'artis pendatang baru'.

Penyanyi asal Swedia itu bahkan terang-terangan menolak ketika mantan labelnya membahas kemungkinan memasukkannya ke kategori 'Best New Artist' di Grammy Awards.

Dalam wawancara dengan Perfect Magazine yang dipublikasikan pada 27 Agustus 2026, Zara mengungkap percakapan tersebut.

“Itu akan mengecilkan 13 tahun perjalanan saya sebagai seorang artis. Saya bukan artis baru,” ujar Zara.

| Baca Juga: Gegara Unggahan Instagram, Suga BTS Dirumorkan Pacaran dengan Aktris Go Ara

Bagi pelantun 'Lush Life' itu, ada perbedaan antara menjadi artis baru dan mengalami titik kebangkitan karier. Ia lebih nyaman menyebut kondisi yang sedang dialaminya sebagai 'breakthrough' atau terobosan.

“Rasanya seperti seluruh dunia sedang melihatku secara bersamaan,” katanya.

Bukan Baru, Hanya Sedang Berada di Titik Berbeda

Zara memang sudah lama berada di industri musik. Ia memenangkan ajang Talang, versi Swedia dari America’s Got Talent, ketika berusia 10 tahun pada 2008.

Beberapa tahun setelahnya, namanya mulai dikenal secara internasional lewat lagu seperti 'Lush Life', 'Never Forget You', dan 'Symphony'.

| Baca Juga: Chaeryeong ITZY Siap Debut Solo November 2026, Jadi Member Ketiga Setelah Yeji dan Yuna

Menariknya, perjalanan tersebut tidak selalu mulus.

Dalam wawancara dengan ABC News pada 26 Desember 2025, Zara pernah menyebut dirinya mengalami 'flop era' atau karir yang menurun.

Ia mengaku masa tersebut cukup mengecewakan karena harus terus berusaha meski merasa tidak diperhatikan.

Namun, pengalaman itu justru membuatnya lebih memahami arah yang ingin dituju.

| Baca Juga: Kamari Ulang Tahun ke-3, Jennifer Coppen Kenang Masa Sulit: Ada Kamu yang Harus Mama Jaga

Titik balik tersebut kemudian datang lewat album kelimanya, 'Midnight Sun', yang dirilis pada September 2025.

Proyek itu bukan hanya membawa musik Zara kembali menjadi pembicaraan, tetapi juga membuat identitas visualnya jauh lebih mudah dikenali.

'Midnight Sun' Jadi Titik Balik

Era 'Midnight Sun' hadir dengan estetika penuh warna, nuansa musim panas, gaya Y2K, rhinestones, makeup berkilau, hingga konsep tropical summer.

Zara juga mulai membangun dunia visual yang konsisten antara musik, busana, makeup, panggung, dan penampilan penggemarnya.

| Baca Juga: Reuni dengan Sutradara Squid Game, Lee Byung-hun Bintangi Film Layar Lebar 'K.O. Club'

Nostalgia turut menjadi senjata. 'Symphony' kembali viral pada 2024 melalui tren media sosial. Sementara 'Lush Life' kembali mendapat perhatian ketika penggemar ikut membawakan koreografinya dalam konser.

Kolaborasinya dengan PinkPantheress lewat 'Stateside' juga memperluas momentum tersebut.

Jadi, jika banyak pendengar merasa Zara baru muncul, sebenarnya yang baru adalah skala perhatiannya, bukan kariernya.

Bahkan Grammy Tidak Bisa Menempatkannya sebagai Artis Baru

Ada fakta menarik lain di balik pernyataan Zara. Ia sebenarnya sudah tidak memenuhi syarat untuk kategori 'Best New Artist' Grammy 2027.

| Baca Juga: Apes! Mobil Serly Asnim 'One Bite Big Bite' Terguyur Air Limbah Pipa Bocor

Menurut aturan Recording Academy, artis yang sebelumnya pernah mendapat nominasi Grammy sebagai performer tidak dapat kembali diajukan untuk kategori tersebut, dengan beberapa pengecualian terbatas.

Zara sudah menerima nominasi pertamanya pada Grammy 2026 melalui Midnight Sun untuk kategori 'Best Dance Pop Recording'.

Karena itu, meski popularitasnya melonjak sepanjang 2026, namanya tidak bisa masuk sebagai kandidat 'Best New Artist'.

Bagi Zara, hal tersebut mungkin justru sesuai dengan keinginannya. Ia tidak ingin pencapaian terbarunya menghapus 13 tahun perjalanan yang sudah dilalui. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: