Taskya Namya Ungkap Sisi Emosional Jadi Perempuan Tertindas di Film Rambut Sewu
VIVIA MEDIA — Taskya Namya kembali membintangi film horor berjudul Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Meski telah membintangi banyak film horor, aktris 33 tahun mengungkapkan sisi menantang menjadi Marni, karakter yang ia perankan.
"Menjadi sosok Marni ini punya tantangan tersendiri. Karena memiliki perjalanan emosional yang kompleks," kata Taskya Namya dalam keterangannya.
Taskya mengungkapkan bahwa bagian flashback Marni menjadi salah satu adegan yang paling menguras emosi selama proses produksi.
"Perjalanan hidup Marni itu punya flashback yang menguras emosi. Permainannya itu ada rasa, karena dia merasa tidak pernah diterima oleh orang-orang. Dia selalu merasa ditindas, begitu pun keluarganya," beber Taskya.
| Baca Juga: Bukan Soal Akting, Ini Tantangan Rein, Fadli, Bambang dan Niatus Tampil di Film 'Istimewa'
Cara Salah Keluar dari Penindasan
Ia menambahkan, memahami emosi dan latar belakang karakter Marni menjadi salah satu bagian paling menantang selama menjalani proses syuting film tersebut.
Taskya melanjutkan, Marni bukan sekadar sosok yang berubah karena ambisi, tetapi seseorang yang menyimpan luka mendalam akibat pengalaman pahit dalam hidupnya.
Namun dalam perjalanannya, Marni ingin keluar dari penderitaan, menjadi sosok yang lebih kuat, serta berharap keluarganya tidak lagi mengalami penindasan.
"Marni akhirnya merasa, dia tidak mau ditindas lagi. Dia ingin jadi seseorang yang cantik, ingin keluarganya tidak ditindas lagi. Tapi sebenarnya yang dilakukan Marni itu salah. Tanpa disadari, hatinya yang sebenarnya rapuh menyimpan dendam yang begitu besar," jelas Taskya.
| Baca Juga: Ini Akun Media Sosial yang Disomasi Reza Arap Terkait Film 'Harusnya Horror'
Kisah Berlatar Budaya Masyarakat Jawa
Produser Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, Zakir Rasyidin, menjelaskan alasan memilih kisah Marni untuk diangkat ke layar lebar.
Menurutnya, ceritanya memiliki keterkaitan dengan kearifan lokal masyarakat Jawa yang menyimpan kepercayaan mengenai cara mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
"Rambut Sewu merupakan sebuah kearifan lokal masyarakat di salah satu daerah di Jawa, yang konon katanya dipercaya sebagai jalan pintas untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Sehingga cerita tersebut akan menarik jika divisualisasikan dalam film karena mengandung cerita supranatural," jelas Zakir Rasyidin.
Selain menghadirkan atmosfer horor Jawa yang kuat, film ini juga membawa tema tentang rasa kehilangan, penyesalan, serta perjuangan untuk melepaskan diri dari belenggu kutukan.
| Baca Juga: Sinetron Lesti Kejora dan Rizky Billar, ‘Aku Mencintaimu Karena Allah’ Tayang di Turki
Angkat Mitos, Ritual Terlarang dan Rahasia Masa Lalu
Sebagai langkah awal mengenalkan film ini kepada publik, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih memperkenalkan first look yang membawa penonton menyelami kisah misteri berlatar salah satu daerah di Jawa.
Mengangkat mitos, ritual terlarang, serta rahasia masa lalu, film ini menghadirkan cerita tentang kutukan yang kembali muncul setelah lama terkubur.
Kisah berpusat pada Wulan (Wavi Zihan), seorang perempuan muda yang pindah ke sebuah rumah tua bersama ibunya, Ratih (Ruth Marini), setelah mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik.
Namun, rumah tersebut justru menjadi awal dari rangkaian kejadian misterius ketika Wulan menemukan jejak penghuni sebelumnya, termasuk foto sosok Sundari yang memiliki kemiripan wajah dengannya.
| Baca Juga: Peter Cullen, Pengisi Suara Optimus Prime Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun
Seiring waktu, Wulan mulai mengalami berbagai gangguan hingga berhadapan dengan kisah kelam Marni (Taskya Namya). Ia adalah perempuan yang mengalami penderitaan panjang dan terjerumus dalam ritual yang membawa tragedi besar.
Misteri mengenai Nyi Wengi dan Dhandhang Gendhing pun perlahan terbuka, membawa Wulan pada ancaman dari masa lalu yang ternyata masih memiliki pengaruh hingga kini.
Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 5 November 2026, dibintangi oleh Taskya Namya sebagai Marni, Wavi Zihan sebagai Wulan-Sundari, dan Yusuf Mahardika sebagai Damar.
Film ini juga diperkuat oleh deretan pemain pendukung seperti Donny Alamsyah sebagai Suradi, Sadana Agung sebagai Tedjo, Bonar Manalu sebagai Bonar, Yewen sebagai Pieter, Ivonne Dahler sebagai Minarti, serta Ihsan Tarore sebagai Ustaz. (*)







