VIVIA MEDIA — Film 'Istimewa' membuka pintu baru bagi Rendi Agustino alias Rein. Selama ini, ia lebih dikenal lewat aktivitas bermusik yang sudah dijalaninya sejak remaja. Kini, penyandang disabilitas dengan kondisi jari dan kaki yang tidak sempurna itu mencoba tantangan baru sebagai pemain film.

Rein dipercaya memerankan karakter Ken dalam Istimewa. Kesempatan tersebut terasa istimewa karena selama ini panggung yang akrab dengannya adalah panggung musik, bukan lokasi syuting.

Bagi Rein, bermusik sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama belasan tahun. Menariknya, kondisi fisik tidak membuatnya berhenti mempelajari musik. Dengan jari-jari yang tidak sempurna, ia justru mampu memainkan keyboard dengan mahir.

Begitu pula dengan kedua kakinya. Rein tidak dapat berjalan seperti kebanyakan orang dan harus mengandalkan kedua lututnya untuk berpindah tempat. Namun, kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk tetap berkarya.

| Baca Juga: Bukan Soal Akting, Ini Tantangan Rein, Fadli, Bambang dan Niatus Tampil di Film 'Istimewa'

Perkenalannya dengan musik dimulai ketika Rein masih duduk di bangku SMP. Saat itu, ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan mulai mengenal dunia tarik suara.

Keinginan untuk memainkan alat musik kemudian muncul. Pada 2010, ketika duduk di kelas 3 SMP, Rein menemukan sebuah keyboard di kamar yang ditempatinya di rumah sang paman di Gresik, Jawa Timur.

Keyboard tersebut menjadi awal dari perjalanan panjangnya. Tanpa kursus dan guru musik khusus, Rein belajar sendiri dengan memanfaatkan Google dan YouTube.

Ia mempelajari chord satu per satu, kemudian mencoba mengiringi lagu yang dikenalnya. Salah satu lagu pertama yang dipelajarinya adalah 'Mau Dibawa Ke Mana' milik Armada dalam versi Marcell.

| Baca Juga: Kisah dari Rumah 'Istimewa' Dibawakan Para Penyandang Disabilitas ke Layar Lebar

"Sebenarnya basic awalnya nyanyi, terus habis itu di tengah jalan ada kayak keinginan buat, 'Oh, bisa... pengin main alat musik juga.' Akhirnya belajar keyboard. Gitu," kata Rein kepada Vivia Media.

Dari kamar, permainan keyboard Rein kemudian membawanya ke panggung. Saat SMA, ia mulai tampil bersama band dalam berbagai lomba, pentas seni, hingga festival musik sekitar 2011-2013.

Bersama band bernama VOSE, Rein membawakan lagu-lagu yang saat itu populer, termasuk karya Dewa dan Coldplay. Panggung demi panggung menjadi tempatnya mengasah kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri.

Namun sayang, VOSE pada akhirnya bubar ditengah jalan. Meski demikian, Rein tetap menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan band tersebut.

| Baca Juga: Reuni dengan Sutradara Squid Game, Lee Byung-hun Bintangi Film Layar Lebar 'K.O. Club'

Rein pun akhirnya melanjutkan aktivitas bermusik secara solo. Ia kemudian mulai aktif melakukan live streaming pada 2019 dengan membawakan lagu-lagu cover.

Dari aktivitas live streaming itulah, jalannya kemudian bertemu dengan Mansur, produser film Istimewa yang juga memiliki label musik.

Mansur tertarik melihat Rein bermusik dan kemudian menanyakan apakah ia memiliki lagu sendiri. Rein memperkenalkan salah satu karyanya yang berjudul "Cara Terakhir".

Lagu tersebut akhirnya dirilis pada 2021 dan menjadi karya pertama Rein yang dilepas secara resmi.

| Baca Juga: Taskya Namya Ungkap Sisi Emosional Jadi Perempuan Tertindas di Film Rambut Sewu

Perjalanan musik Rein juga membawanya tampil sebagai opening act untuk sejumlah penyanyi dan grup musik nasional, seperti Raisa, Samsons, dan Nidji.

Namun, setelah 16 tahun menghabiskan waktunya di musik, Rein mulai melihat kembali perjalanan yang sudah dilaluinya. Ia merasa sudah memberikan banyak waktu untuk musik, tetapi pencapaian yang dirasakan belum sejauh yang diharapkannya.

"Aku bermusik tuh udah... aku ngerasa aku investasikan waktuku ke musik itu udah cukup lama ya, Mas. Dari 2010 kan, sekarang berarti sudah 16 tahun, 16 tahun lebih lah. Kalau dihitung dari belajar musik pertamanya, belajar nyanyi benerannya ya mungkin sudah lebih, sudah 17-18 tahun mungkin," ujar Rein.

Pertanyaan tentang masa depan musik pun sempat muncul di benaknya.

| Baca Juga: Sinetron Lesti Kejora dan Rizky Billar, ‘Aku Mencintaimu Karena Allah’ Tayang di Turki

"Waktu yang udah kudedikasikan sudah sebanyak itu, terus aku ngerasanya kayak milestonetku belum jauh, Om. Jadi jujur di tahun-tahun ini sih merasa kayak... kadang ada pertanyaan, 'Apa jangan-jangan jalannya bukan di musik ya?' Gitu," katanya.

Di saat itulah kesempatan bermain film datang. Rein tidak melihat Istimewa sebagai alasan untuk meninggalkan musik. Ia justru ingin melihat pengalaman tersebut sebagai ruang baru untuk mencoba sesuatu yang selama ini belum pernah dijalaninya.

"Jadi sempat ngerasa gitu juga. Jadi ketika datang opportunity buat main film, dapat kesempatan yang sangat luar biasa ini, aku menyambutnya dengan sangat excited juga. Jadi menurutku ini angin baru kan di perjalanan hidupku gitu ya, kayak angin baru yang masih segar-segarnya ya kenapa enggak, gitu," tuturnya.

Di Istimewa, Rein tidak lagi hanya berhadapan dengan keyboard dan mikrofon. Ia harus mengenal dunia akting, kamera, serta proses produksi film.

| Baca Juga: Bukan Cuma Akting, Masayu Anastasia Dalami Karakter Dokter Forensik di Film Autopsy

Pengalaman itu membuat Rein memilih untuk menikmati perjalanan barunya terlebih dahulu. Ia belum ingin menentukan apakah akting akan menjadi jalan utama setelah film tersebut.

"Jadi kalau ditanya musiknya akan seperti apa, ya sementara aku masih menikmati angin yang ada dulu. Karena aku nyemplung di anginnya musik udah 16 tahun dan ngerasa belum jauh gitu jalannya. Gitu sih, Om," ucap Rein.

Meski begitu, musik belum ia tinggalkan. Rein masih menyimpan materi untuk single berikutnya, meski belum menentukan kapan lagu tersebut akan dirilis. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: